Mentan Amran juga menegaskan pentingnya fungsi kontrol pers melalui kritik yang sehat dan konstruktif, bukan melalui fitnah atau upaya saling menjatuhkan sesama anak bangsa.
“Kita butuh kritik konstruktif, bukan fitnah-fitnah. Bukan saling menjatuhkan kita sesama anak bangsa. Negara ini harus berkelanjutan, harus sampai ribuan tahun ke depan. Generasi berikutnya menunggu hasil kerja kita semua,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa seluruh capaian pemerintah sejatinya merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen bangsa, termasuk insan pers.
“Hasil kerja pemerintah itu adalah hasil kerja sama anak bangsa, semua anak bangsa, termasuk wartawan,” lanjut Mentan Amran.
Lebih jauh, Mentan Amran kembali menekankan bahwa cita-cita menjadikan Indonesia sebagai negara maju dan berpengaruh di tingkat global hanya bisa diwujudkan melalui kolaborasi lintas sektor.
“Tidak bisa negeri ini menjadi super power kalau bukan kolaborasi seluruh sektor, termasuk wartawan,” katanya.
Mentan Amran mengajak insan pers untuk terus bergandengan tangan dengan pemerintah dalam membangun Republik Indonesia melalui pemberitaan yang berimbang, faktual, dan membangun optimisme bangsa.
“Harapan kami, ayo kita gandengan tangan membangun Republik Indonesia dengan memberitakan, mengangkat berita-berita positif yang bisa membangun republik ini,” pungkasnya.

