24 C
Makassar
3 February 2026, 5:05 AM WITA

Diskusi Luwu Raya, Janji Soekarno ke Andi Djemma Disebut Akar Aspirasi Pemekaran

Namun demikian, Hafied menyebut janji tersebut belum sempat terwujud karena Andi Djemma lebih dahulu wafat, sehingga realisasi gagasan itu terhenti di tengah jalan.

Ia juga menyinggung hubungan erat antara Soekarno dan Andi Djemma pada masa perjuangan kemerdekaan.

Dalam periode tersebut, Soekarno muda berada di bawah kepemimpinan Andi Djemma dalam melawan penjajahan, hingga pada satu fase Andi Djemma ditangkap oleh pihak kolonial.

Situasi politik kemudian berubah setelah Konferensi Meja Bundar (KMB), yang mengakhiri Republik Indonesia Serikat.

Andi Djemma sebagai Datu Luwu dibebaskan dan kembali ke tanah Luwu.

“Bentuk kenegaraan saat itu adalah Serikat, Republik Indonesia hanya ada di Yogya, Indonesia Timur hanya ada di Indonesia Timur. Soekarno mengambil keputusan penting kembali ke Republik Indonesia, RIS dibubarkan. Saat itu Soekarno memilih (wilayah), termasuk ke Sulawesi Selatan,” jelas Hafied.

Narasi sejarah tersebut, menurut Hafied, menjadi fondasi moral dan historis yang terus menghidupkan aspirasi pemekaran Luwu Raya hingga saat ini, meskipun dihadapkan pada berbagai dinamika regulasi dan kebijakan negara.

Baca Juga: 
Dukungan Provinsi Luwu Raya Viral di Media Sosial, Anggota DPRD Luwu Utara Serahkan Bantuan Rp25 Juta

Namun demikian, Hafied menyebut janji tersebut belum sempat terwujud karena Andi Djemma lebih dahulu wafat, sehingga realisasi gagasan itu terhenti di tengah jalan.

Ia juga menyinggung hubungan erat antara Soekarno dan Andi Djemma pada masa perjuangan kemerdekaan.

Dalam periode tersebut, Soekarno muda berada di bawah kepemimpinan Andi Djemma dalam melawan penjajahan, hingga pada satu fase Andi Djemma ditangkap oleh pihak kolonial.

Situasi politik kemudian berubah setelah Konferensi Meja Bundar (KMB), yang mengakhiri Republik Indonesia Serikat.

Andi Djemma sebagai Datu Luwu dibebaskan dan kembali ke tanah Luwu.

“Bentuk kenegaraan saat itu adalah Serikat, Republik Indonesia hanya ada di Yogya, Indonesia Timur hanya ada di Indonesia Timur. Soekarno mengambil keputusan penting kembali ke Republik Indonesia, RIS dibubarkan. Saat itu Soekarno memilih (wilayah), termasuk ke Sulawesi Selatan,” jelas Hafied.

Narasi sejarah tersebut, menurut Hafied, menjadi fondasi moral dan historis yang terus menghidupkan aspirasi pemekaran Luwu Raya hingga saat ini, meskipun dihadapkan pada berbagai dinamika regulasi dan kebijakan negara.

Baca Juga: 
Mentan Amran Tunjukkan Kepedulian, Serahkan Santunan untuk Keluarga Prajurit Marinir yang Gugur

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/