Ia juga mendorong pemerintah daerah agar membangun komunikasi yang lebih terbuka dengan masyarakat. Menurutnya, banyak aksi demonstrasi terjadi akibat aspirasi yang tidak tersalurkan secara baik.
“Kalau bisa didekati dan diajak bicara, tidak harus konflik. Aspirasi itu perlu diberikan saluran,” jelasnya.
Dalam forum tersebut, Sukriansyah turut membandingkan budaya demonstrasi di Indonesia dengan sejumlah negara lain yang pernah ia kunjungi.
“Di luar negeri, demo bisa dilakukan tanpa mengganggu jalan raya. Di sini kadang sampai bakar ban, tapi tetap tidak diperhatikan. Ini perlu kita refleksikan bersama,” ujarnya.
Forum diskusi yang digagas Sulawesipos.com ini menghadirkan sejumlah pemateri, antara lain Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Dr. H. Jufri Rahman, M.Si, Armin Mustamin Toputiri, mantan Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, serta Drs. Hidayat Hafied, dosen Perguruan Tinggi Indonesia Timur.
Diskusi berlangsung dinamis dengan mengulas aspek hukum, politik, sosial, dan ekonomi terkait wacana pemekaran Luwu Raya.

