24 C
Makassar
3 February 2026, 3:37 AM WITA

Pioner Cetak Sawah Masyarakat, Reinardus Ndiken Buktikan Masyarakat Adat Merauke Siap Bertransformasi

SulawesiPos.com – Keberhasilan Reinardus Ndiken, pemilik hak ulayat dari Marga Ndiken di Kampung Isano Mbias, Distrik Tanah Miring, menjadi bukti nyata bahwa masyarakat adat di Kabupaten Merauke siap bertransformasi menuju pertanian modern yang produktif dan berkelanjutan.

Melalui Program Cetak Sawah Tahun 2025, lahan seluas 160 hektare milik ulayat kini mulai memberikan hasil nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.

Pada kegiatan panen yang berlangsung di Kampung Isano Mbias, tercatat panen telah dilakukan pada lahan seluas 2 hektare yang Reinardus Ndiken usahakan dan kembali berlanjut dengan panen seluas 5 hektare.

Keberhasilan ini menandai Reinardus Ndiken sebagai pemilik hak ulayat pertama yang secara aktif mengajukan lahannya untuk masuk dalam Program Cetak Sawah 2025.

Bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze menegaskan bahwa transformasi ini sejalan dengan program Swasembada Pangan yang digadang Presiden Prabowo selaras dengan arah pembangunan daerah yang mendorong keterlibatan aktif masyarakat lokal dalam sektor pertanian.

“Masyarakat asli dan saudara-saudara yang ada di Merauke hari ini adalah masyarakat Merauke. Sinergi dan asimilasi ini harus berjalan. Dulu mungkin berburu dan meramu, sekarang mulai bergeser ke bercocok tanam, beternak, bahkan mencetak sawah agar ada nilai ekonomi yang meningkatkan kesejahteraan,” ujar Yosep, Senin (25/02/2026).

Baca Juga: 
Percepatan Rehabilitasi Irigasi Dorong Swasembada Pangan Nasional

Ia menambahkan, pemerintah daerah terus mengimbau agar masyarakat lokal sebagai pemilik tanah ulayat tidak hanya dilibatkan, tetapi juga membuka diri terhadap perubahan yang membawa dampak ekonomi jangka panjang.

“Ini bukti bahwa masyarakat kita mau terlibat. Dari waktu ke waktu kita melihat ada peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal di Kabupaten Merauke,” tambahnya.

Sementara itu, Reinardus Ndiken menyampaikan bahwa keterlibatannya dalam program cetak sawah didorong oleh keinginan untuk meningkatkan pendapatan pemilik tanah ulayat sekaligus masyarakat sekitar.

“Kita mencetak lahan untuk menambah pendapatan pemilik tanah dan masyarakat setempat. Dari cetak sawah 160 hektare ini, semua saling mendukung, mulai dari dinas, kelompok tani, penyuluh, hingga Babinsa,” jelas Reinardus.

SulawesiPos.com – Keberhasilan Reinardus Ndiken, pemilik hak ulayat dari Marga Ndiken di Kampung Isano Mbias, Distrik Tanah Miring, menjadi bukti nyata bahwa masyarakat adat di Kabupaten Merauke siap bertransformasi menuju pertanian modern yang produktif dan berkelanjutan.

Melalui Program Cetak Sawah Tahun 2025, lahan seluas 160 hektare milik ulayat kini mulai memberikan hasil nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.

Pada kegiatan panen yang berlangsung di Kampung Isano Mbias, tercatat panen telah dilakukan pada lahan seluas 2 hektare yang Reinardus Ndiken usahakan dan kembali berlanjut dengan panen seluas 5 hektare.

Keberhasilan ini menandai Reinardus Ndiken sebagai pemilik hak ulayat pertama yang secara aktif mengajukan lahannya untuk masuk dalam Program Cetak Sawah 2025.

Bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze menegaskan bahwa transformasi ini sejalan dengan program Swasembada Pangan yang digadang Presiden Prabowo selaras dengan arah pembangunan daerah yang mendorong keterlibatan aktif masyarakat lokal dalam sektor pertanian.

“Masyarakat asli dan saudara-saudara yang ada di Merauke hari ini adalah masyarakat Merauke. Sinergi dan asimilasi ini harus berjalan. Dulu mungkin berburu dan meramu, sekarang mulai bergeser ke bercocok tanam, beternak, bahkan mencetak sawah agar ada nilai ekonomi yang meningkatkan kesejahteraan,” ujar Yosep, Senin (25/02/2026).

Baca Juga: 
Presiden Prabowo Beri Hormat kepada Mentan Amran dan Petani: Swasembada Pangan Tercepat dalam Sejarah Indonesia  

Ia menambahkan, pemerintah daerah terus mengimbau agar masyarakat lokal sebagai pemilik tanah ulayat tidak hanya dilibatkan, tetapi juga membuka diri terhadap perubahan yang membawa dampak ekonomi jangka panjang.

“Ini bukti bahwa masyarakat kita mau terlibat. Dari waktu ke waktu kita melihat ada peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal di Kabupaten Merauke,” tambahnya.

Sementara itu, Reinardus Ndiken menyampaikan bahwa keterlibatannya dalam program cetak sawah didorong oleh keinginan untuk meningkatkan pendapatan pemilik tanah ulayat sekaligus masyarakat sekitar.

“Kita mencetak lahan untuk menambah pendapatan pemilik tanah dan masyarakat setempat. Dari cetak sawah 160 hektare ini, semua saling mendukung, mulai dari dinas, kelompok tani, penyuluh, hingga Babinsa,” jelas Reinardus.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/