24 C
Makassar
3 February 2026, 5:05 AM WITA

SulawesiPos Diskusi Publik Pemekaran Luwu Raya Digelar Besok, Hadirkan Akademisi hingga Pemerintah

Overview

  • Diskusi publik akan menjadi ruang dialog untuk membedah peluang dan tantangan pemekaran Luwu Raya dari berbagai perspektif strategis.

  • Sejumlah narasumber dari unsur akademisi, mantan legislator, dan pemerintah daerah dihadirkan untuk memperkaya kajian secara objektif dan berimbang.

  • Luwu Raya dinilai memiliki modal historis, demografis, dan potensi wilayah yang kuat sebagai dasar penguatan wacana pembentukan provinsi baru.

SulawesiPos.com – Wacana pembentukan Provinsi Luwu Raya kembali mengemuka dan menjadi perhatian berbagai kalangan.

Sebagai upaya memperdalam kajian dan mempertemukan beragam sudut pandang, Redaksi SulawesiPos.com akan menggelar diskusi publik bertajuk Pemekaran Luwu Raya.

Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pukul 10.00-12.30 WITA di Ruang Redaksi SulawesiPos.com, AAS Building Lantai 4, Rabu (28/1/2026).

Diskusi akan menghadirkan mantan Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Armin Mustamin Toputiri; Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Yarham Yasmin, S.STP., M.Si; serta Guru Besar Sosiologi Universitas Hasanuddin yang juga merupakan putra daerah Luwu, Prof. Sakaria To Anwar, M.Si.

Luwu Raya sendiri meliputi Kabupaten Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, serta Kota Palopo, dengan luas wilayah sekitar 17.700 kilometer persegi dan jumlah penduduk lebih dari 1,2 juta jiwa.

Baca Juga: 
Potensi Luwu Raya Jika Menjadi Provinsi Baru

Selain kekayaan sumber daya alam dan potensi ekonomi, Luwu juga memiliki posisi penting dalam sejarah Nusantara.

Narasi historis tersebut kerap diperkuat dengan pernyataan Presiden Soekarno yang kerap dirujuk sebagai pengakuan atas keistimewaan Luwu.

Overview

  • Diskusi publik akan menjadi ruang dialog untuk membedah peluang dan tantangan pemekaran Luwu Raya dari berbagai perspektif strategis.

  • Sejumlah narasumber dari unsur akademisi, mantan legislator, dan pemerintah daerah dihadirkan untuk memperkaya kajian secara objektif dan berimbang.

  • Luwu Raya dinilai memiliki modal historis, demografis, dan potensi wilayah yang kuat sebagai dasar penguatan wacana pembentukan provinsi baru.

SulawesiPos.com – Wacana pembentukan Provinsi Luwu Raya kembali mengemuka dan menjadi perhatian berbagai kalangan.

Sebagai upaya memperdalam kajian dan mempertemukan beragam sudut pandang, Redaksi SulawesiPos.com akan menggelar diskusi publik bertajuk Pemekaran Luwu Raya.

Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pukul 10.00-12.30 WITA di Ruang Redaksi SulawesiPos.com, AAS Building Lantai 4, Rabu (28/1/2026).

Diskusi akan menghadirkan mantan Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Armin Mustamin Toputiri; Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Yarham Yasmin, S.STP., M.Si; serta Guru Besar Sosiologi Universitas Hasanuddin yang juga merupakan putra daerah Luwu, Prof. Sakaria To Anwar, M.Si.

Luwu Raya sendiri meliputi Kabupaten Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, serta Kota Palopo, dengan luas wilayah sekitar 17.700 kilometer persegi dan jumlah penduduk lebih dari 1,2 juta jiwa.

Baca Juga: 
Potensi Luwu Raya Jika Menjadi Provinsi Baru

Selain kekayaan sumber daya alam dan potensi ekonomi, Luwu juga memiliki posisi penting dalam sejarah Nusantara.

Narasi historis tersebut kerap diperkuat dengan pernyataan Presiden Soekarno yang kerap dirujuk sebagai pengakuan atas keistimewaan Luwu.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/