24 C
Makassar
3 February 2026, 5:16 AM WITA

Lantik Pejabat Baru, Sekjen DPR RI Ingatkan Komitmen Parlemen Modern

Overview:

  • Sekjen DPR RI melantik Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pengawas, dan Fungsional di lingkungan Sekretariat DPR RI hasil seleksi aplikasi SIMATA.
  • Transformasi digital dan manajemen SDM merupakan instrumen vital.
  • Sekjen DPR RI berpesan kepada pekabat baru untuk bekerja dan berrkolaborasi menjadi super team.

SulawesiPos.com – Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR RI, Indra Iskandar, resmi melantik Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pengawas, dan Fungsional di lingkungan Sekretariat Jenderal DPR RI, Kamis (22/1/2026).

Pelantikan ini ditegaskan sebagai langkah strategis dalam memperkuat organisasi melalui sistem manajemen talenta yang transparan dan objektif.

Salah satu momen krusial dalam pelantikan ini adalah pengangkatan Dian Arivani sebagai Kepala Biro Sekretariat Pimpinan.

Indra menjelaskan bahwa pemilihan pejabat kali ini sepenuhnya berbasis data melalui aplikasi SIMATA (Sistem Manajemen Talenta) yang telah mendapatkan rekomendasi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Indra menekankan bahwa penggunaan SIMATA merupakan wujud nyata transformasi digital dalam manajemen sumber daya manusia di parlemen.

Hal ini selaras dengan pencapaian Setjen DPR RI yang meraih predikat “Sangat Baik” dalam penilaian Sistem Merit oleh KSN.

Baca Juga: 
Anggota Komisi XIII Ingatkan Potensi Kekosongan Hukum Ke Pemerintah Akibat KUHP Baru

“Ini adalah bukti bahwa transformasi digital dalam manajemen SDM kita bukan sekadar wacana, melainkan instrumen vital yang memastikan objektivitas dan transparansi dalam menempatkan figur pemimpin,” ujar Indra dalam sambutannya di Gedung Nusantara.

Mengingat posisi Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama yang baru dilantik bersinggungan langsung dengan pusat kekuasaan lembaga tinggi, Indra memberikan peringatan keras mengenai kode etik ASN.

Ia meminta para pejabat menjadi penyaring yang ketat agar tidak ada kebijakan yang menyimpang masuk ke lingkaran pimpinan.

“Jangan biarkan kedekatan jabatan memudarkan objektivitas Saudara. Jadilah penyaring agar tidak ada hal-hal yang menyimpang dari aturan yang masuk ke lingkaran pimpinan,” tegasnya.

Overview:

  • Sekjen DPR RI melantik Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pengawas, dan Fungsional di lingkungan Sekretariat DPR RI hasil seleksi aplikasi SIMATA.
  • Transformasi digital dan manajemen SDM merupakan instrumen vital.
  • Sekjen DPR RI berpesan kepada pekabat baru untuk bekerja dan berrkolaborasi menjadi super team.

SulawesiPos.com – Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR RI, Indra Iskandar, resmi melantik Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pengawas, dan Fungsional di lingkungan Sekretariat Jenderal DPR RI, Kamis (22/1/2026).

Pelantikan ini ditegaskan sebagai langkah strategis dalam memperkuat organisasi melalui sistem manajemen talenta yang transparan dan objektif.

Salah satu momen krusial dalam pelantikan ini adalah pengangkatan Dian Arivani sebagai Kepala Biro Sekretariat Pimpinan.

Indra menjelaskan bahwa pemilihan pejabat kali ini sepenuhnya berbasis data melalui aplikasi SIMATA (Sistem Manajemen Talenta) yang telah mendapatkan rekomendasi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Indra menekankan bahwa penggunaan SIMATA merupakan wujud nyata transformasi digital dalam manajemen sumber daya manusia di parlemen.

Hal ini selaras dengan pencapaian Setjen DPR RI yang meraih predikat “Sangat Baik” dalam penilaian Sistem Merit oleh KSN.

Baca Juga: 
Kronologi Kasus Pemerasan Perangkat Desa Bupati Pati, Ini Peran 8 Orang Terlibat

“Ini adalah bukti bahwa transformasi digital dalam manajemen SDM kita bukan sekadar wacana, melainkan instrumen vital yang memastikan objektivitas dan transparansi dalam menempatkan figur pemimpin,” ujar Indra dalam sambutannya di Gedung Nusantara.

Mengingat posisi Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama yang baru dilantik bersinggungan langsung dengan pusat kekuasaan lembaga tinggi, Indra memberikan peringatan keras mengenai kode etik ASN.

Ia meminta para pejabat menjadi penyaring yang ketat agar tidak ada kebijakan yang menyimpang masuk ke lingkaran pimpinan.

“Jangan biarkan kedekatan jabatan memudarkan objektivitas Saudara. Jadilah penyaring agar tidak ada hal-hal yang menyimpang dari aturan yang masuk ke lingkaran pimpinan,” tegasnya.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/