Di akhir pesannya, Aurelie yang kini tengah menantikan kelahiran anak pertamanya berharap ruang diskusi seputar bukunya tetap aman dan penuh empati.
Ia menegaskan bahwa Broken Strings ditulis sebagai upaya meningkatkan kesadaran dan memberi dukungan bagi korban dengan pengalaman serupa.
“Aku nulis buku ini bukan untuk menciptakan target baru buat di-bully. Aku menulis karena ingin membuka mata, memberi awareness, dan semoga bisa membantu orang lain yang pernah berada di posisi yang sama. Let’s keep this space kind, aman, dan penuh empati,” pungkasnya.

