Overview
- Buku Broken Strings karya Aurelie Moeremans memicu perhatian publik, namun juga diiringi spekulasi identitas tokoh oleh warganet.
- Aurelie menegaskan karakter dalam bukunya tidak untuk ditebak apalagi dijadikan sasaran perundungan.
- Ia meminta pembaca fokus pada pesan penyembuhan dan peningkatan kesadaran soal child grooming.
SulawesiPos.com – Memoar Broken Strings karya Aurelie Moeremans terus menjadi perbincangan publik setelah mengungkap pengalaman traumatis yang dialaminya sebagai korban child grooming pada usia 15 tahun.
Namun, perhatian terhadap buku tersebut belakangan bergeser ke arah spekulasi pembaca terkait identitas tokoh-tokoh di dalamnya.
Seiring viralnya kisah tersebut, warganet ramai mengaitkan karakter dalam buku dengan figur tertentu di dunia nyata.
Nama Roby Tremonti ikut mencuat setelah ia merasa tersindir dengan tokoh bernama Bobby.
Tak hanya itu, karakter lain seperti Jo, Mama Jo, Kelly, Milo, Zane, hingga Tom juga menjadi bahan tebakan publik.
Menanggapi situasi tersebut, Aurelie Moeremans menyampaikan pernyataan tegas melalui akun Threads miliknya.

