30 C
Makassar
18 January 2026, 14:12 PM WITA

Hilirisasi Ayam di Bone: Sebulan Hasilkan 2 Juta Anak Ayam, Pakan 10.000 Ton, Rumah Potong 2.000 Ekor per Jam

Overview

  • Hilirisasi ayam terintegrasi bertujuan memangkas rantai pasok, menurunkan biaya produksi, dan memastikan nilai tambah tetap berada di daerah.
  • Penempatan proyek di Bone dinilai strategis karena didukung ketersediaan lahan, sumber daya manusia, serta kultur agribisnis yang kuat.
  • Kementan terus memperkuat ekosistem peternakan rakyat di wilayah timur Indonesia, dengan Bone sebagai salah satu episentrum pengembangan.

SulawesiPos.com – Hilirisasi ayam terintegrasi di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, bukan program kaleng-kaleng. Fasilitas produksinya terhubung dalam satu klaster dari hulu hingga hilir.

Program Hilirisasi Ayam Terintegrasi di areal seluas 110 hektare di Kecamatan Ponre itu dicanangkan oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman pada Sabtu (17/1/2026).

Begini gambaran fasilitas yang ada di dalam kawasan terintegrasi itu nantinya.

  • Ada farm parent stock (PS) dan penetasan seluas 12 hektare.
  • Kapasitas 20 kandang, 200.000 ekor.
  • Produksi 2.109.240 DOC (anak ayam usia sehari) per bulan.
  • Farm pullet (ayam siap bertelur) berkapasitas 518.400 ekor per tahun.

Tak hanya itu. Kawasan ini juga dilengkapi:

  • Pabrik pakan berkapasitas 10.000 ton per bulan atau 120.000 ton per tahun.
  • Fasilitas rumah potong, cold storage, dan pengolahan dalam satu kawasan terintegrasi yang kapasitasnya mencapai 2.000 ekor per jam atau 400.000 ekor per bulan.
  • Produksi karkas 284.000 kg per bulan/
  • Cold storage 50–75 ton.
  • Pengolahan daging hingga 100 ton per bulan.
Baca Juga: 
Purbaya Sebut Prabowo Setuju Tak Potong TKD Aceh Demi Rehabilitas Pascabencana

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, menegaskan bahwa integrasi hulu-hilir ini bertujuan memangkas rantai pasok, menurunkan biaya produksi dan memastikan nilai tambah tetap berada di daerah.

“Dengan hilirisasi ayam terintegrasi, kami berharap program ini integrasi hulu-hilir ini bertujuan memangkas rantai pasok, menurunkan biaya produksi dan memastikan nilai tambah tetap berada di daerah,” ujar Agung, dikutip dari laman Kementerian Pertanian.

Overview

  • Hilirisasi ayam terintegrasi bertujuan memangkas rantai pasok, menurunkan biaya produksi, dan memastikan nilai tambah tetap berada di daerah.
  • Penempatan proyek di Bone dinilai strategis karena didukung ketersediaan lahan, sumber daya manusia, serta kultur agribisnis yang kuat.
  • Kementan terus memperkuat ekosistem peternakan rakyat di wilayah timur Indonesia, dengan Bone sebagai salah satu episentrum pengembangan.

SulawesiPos.com – Hilirisasi ayam terintegrasi di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, bukan program kaleng-kaleng. Fasilitas produksinya terhubung dalam satu klaster dari hulu hingga hilir.

Program Hilirisasi Ayam Terintegrasi di areal seluas 110 hektare di Kecamatan Ponre itu dicanangkan oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman pada Sabtu (17/1/2026).

Begini gambaran fasilitas yang ada di dalam kawasan terintegrasi itu nantinya.

  • Ada farm parent stock (PS) dan penetasan seluas 12 hektare.
  • Kapasitas 20 kandang, 200.000 ekor.
  • Produksi 2.109.240 DOC (anak ayam usia sehari) per bulan.
  • Farm pullet (ayam siap bertelur) berkapasitas 518.400 ekor per tahun.

Tak hanya itu. Kawasan ini juga dilengkapi:

  • Pabrik pakan berkapasitas 10.000 ton per bulan atau 120.000 ton per tahun.
  • Fasilitas rumah potong, cold storage, dan pengolahan dalam satu kawasan terintegrasi yang kapasitasnya mencapai 2.000 ekor per jam atau 400.000 ekor per bulan.
  • Produksi karkas 284.000 kg per bulan/
  • Cold storage 50–75 ton.
  • Pengolahan daging hingga 100 ton per bulan.
Baca Juga: 
Purbaya Sebut Prabowo Setuju Tak Potong TKD Aceh Demi Rehabilitas Pascabencana

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, menegaskan bahwa integrasi hulu-hilir ini bertujuan memangkas rantai pasok, menurunkan biaya produksi dan memastikan nilai tambah tetap berada di daerah.

“Dengan hilirisasi ayam terintegrasi, kami berharap program ini integrasi hulu-hilir ini bertujuan memangkas rantai pasok, menurunkan biaya produksi dan memastikan nilai tambah tetap berada di daerah,” ujar Agung, dikutip dari laman Kementerian Pertanian.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/