30 C
Makassar
18 January 2026, 14:10 PM WITA

Andy Dahananto Pilot Pesawat ATR yang Jatuh di Maros Bukan Orang Sembarang, Punya Jabatan Penting

SulawesiPos.com – Andy Dahananto, pilot pesawat ATR 42-500 yang diduga jatuh di kawasan Leang-leang dan Gunung Bulusaraung, Maros, bukan orang sembarangan. Dia punya jabatan penting di PT Indonesia Air Transport, perusahaan penerbangan yang mengoperasikan pesawat tersebut.

Dari situs PT Indonesia Air Transport diperoleh informasi, Andy Dahananto adalah Direktur Operasi pada perusahaan tersebut.

Pria kelahiran 1967 ini menjabat sebagai Direktur Operasi berdasarkan Akta Keputusan Rapat No. 14 tanggal 19 Juni 2019.

Andy Dahananto lulus dari Juanda Flying School pada 1987. Dia memulai karirnya pada tahun 1988 di IAT sebagai Pilot Fix Wing.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman Laisa, mengatakan, laporan awal diterima tak lama setelah komunikasi dengan pesawat terputus.

Pesawat bertolak dari Bandara Adi Sucipto Yogyakarta menuju Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.

Pukul 04.23 UTC, sekitar 11.23 WIB atau 12.23 Wita, Air Traffic Control Makassar Area Terminal Service Center mengarahkan pesawat mendekat ke landasan pacu Bandara Makassar.

Dalam proses pendekatan, pesawat teridentifikasi tidak berada pada jalur pendekatan yang seharusnya, sehingga Air Traffic Control (ATC) memberikan arahan ulang kepada awak pesawat untuk melakukan koreksi posisi.

Baca Juga: 
Pesawat ATR 42-500 Hilang Kontak di Maros, Bawa 10 Orang Termasuk Tiga Pegawai KKP

ATC kemudian memberikan instruksi lanjutan agar pesawat kembali ke jalur pendaratan sesuai prosedur. Saat arahan terakhir disampaikan, komunikasi dengan awak pesawat mendadak terputus.*

SulawesiPos.com – Andy Dahananto, pilot pesawat ATR 42-500 yang diduga jatuh di kawasan Leang-leang dan Gunung Bulusaraung, Maros, bukan orang sembarangan. Dia punya jabatan penting di PT Indonesia Air Transport, perusahaan penerbangan yang mengoperasikan pesawat tersebut.

Dari situs PT Indonesia Air Transport diperoleh informasi, Andy Dahananto adalah Direktur Operasi pada perusahaan tersebut.

Pria kelahiran 1967 ini menjabat sebagai Direktur Operasi berdasarkan Akta Keputusan Rapat No. 14 tanggal 19 Juni 2019.

Andy Dahananto lulus dari Juanda Flying School pada 1987. Dia memulai karirnya pada tahun 1988 di IAT sebagai Pilot Fix Wing.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman Laisa, mengatakan, laporan awal diterima tak lama setelah komunikasi dengan pesawat terputus.

Pesawat bertolak dari Bandara Adi Sucipto Yogyakarta menuju Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.

Pukul 04.23 UTC, sekitar 11.23 WIB atau 12.23 Wita, Air Traffic Control Makassar Area Terminal Service Center mengarahkan pesawat mendekat ke landasan pacu Bandara Makassar.

Dalam proses pendekatan, pesawat teridentifikasi tidak berada pada jalur pendekatan yang seharusnya, sehingga Air Traffic Control (ATC) memberikan arahan ulang kepada awak pesawat untuk melakukan koreksi posisi.

Baca Juga: 
Digugat Dugaan Penelantaran Anak, Manajemen Denada Tegaskan Ini Urusan Keluarga

ATC kemudian memberikan instruksi lanjutan agar pesawat kembali ke jalur pendaratan sesuai prosedur. Saat arahan terakhir disampaikan, komunikasi dengan awak pesawat mendadak terputus.*

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/