Overview
SulawesiPos.com – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan siap untuk mengajar di Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya. “Demi kemajuan pendidikan,” katanya.gha
Mentan Amran menyampaikan tekad tersebut saat menghadiri silaturahmi dengan para anggota Majelis Wali Amanat atau MWA ITS di Hotel Kempinski, Jakarta, Rabu (14/1/2026) malam.
Andi Amran Sulaiman merupakan anggota MWA ITS terpilih 2026-2031 dari unsur masyarakat.
Dalam pertemuan itu, Mentan Amran duduk dengan diapit Ketua MWA ITS periode 2021-2026 Prof Dr Ir Muh Nuh DEA dan Rektor ITS Prof Dr Ir Bambang Pramujati MSc Eng PhD.
Kepada para anggota MWA ITS yang lama maupun yang baru, Mentan Amran menyampaikan harapan agar ITS dapat ikut berkontribusi mengelola bahan baku nikel, di mana Indonesia memiliki potensi nikel dunia hingga 52 persen.
“Itu untuk produksi baterai kendaraan listrik yang konsumennya tersebar di Eropa dan Amerika Serikat,” ujarnya.
Tak hanya itu, Mentan Amran juga menawarkan, anggota WMA yang mengelola pesantren dapat berkolaborasi dengan Kementerian Pertanian untuk budidaya perkebunan.
Buah kelapa dan gambir, kata Mentan Amran, dapat dijadikan potensi yang dikembangkan teknologi hilirisasinya oleh ITS. “Kita hindari ekspor dalam bentuk bahan baku,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu pula, Mentan Amran mengatakan bahwa Kementerian Pertanian berencana membeli 100 unit traktor terapung hasil teknologi ITS.
Tantangan untuk ITS
Bukan kali pertama itu Mentan Amtan bertemu dengan anggota MWA ITS serta para guru besarnya.
Pada 9 November 2025, Mentan Amran pernah berkunjung ke ITS. Saat itu, dia sudah terpilih menjadi anggota MWA 2026-2031.
Kepada ITS, dia memberi tantangan. Di antaranya, mewujudkan mesin tanam otomatis. Termasuk traktor listrik.
Dalam diskusi dengan dosen dan peneliti ITS, Mentan Amran mengkritik para peneliti di perguruan tinggi, yang punya penyakit sama, yakni berhenti di publikasi Scopus.
“Seharusnya dosen dan para peneliti harus berani mengambil langkah komersialisasi terhadap hasil penelitiannya,” katanya.
Mentan Amran juga menyampaikan apresiasinya terhadap inovasi teknologi yang dihasilkan oleh ITS.
“Kami bangga dengan ITS. Banyak karya-karya ITS yang harus kita dorong agar rakyat Indonesia merasakan dan menikmati. Banyak teknologi diciptakan,” ujarnya.
Mentan Amran menyampaikan harapannya untuk menjadikan teknologi sektor pertanian Indonesia didominasi oleh karya anak bangsa, khususnya dari ITS.
Mentan menekankan pentingnya mekanisasi pertanian untuk menekan biaya produksi hingga 50-60 persen.
“Kalau semua menggunakan mekanisasi, kita bertransformasi dari pertanian tradisional ke modern dan tinggi yang bisa menjadikan Indonesia mempengaruhi banyak dunia,” tegasnya.
ITS diharapkan dapat menjadi motor penggerak dalam pengembangan teknologi pertanian modern, mulai dari peralatan panen, pengolahan tanah, hingga irigasi.
Mentan Amran Sulaiman menantang ITS untuk mengembangkan traktor listrik yang diharapkan dapat terealisasi dalam dua hingga tiga tahun mendatang. “Kalau itu jadi, Insya Allah negara yang pertama,” katanya.*