27 C
Makassar
18 January 2026, 17:10 PM WITA

Mentan Amran: Kalau Untuk Kebaikan, Menjadi Dosen Biasa di ITS pun Saya Siap

Pada 9 November 2025, Mentan Amran pernah berkunjung ke ITS. Saat itu, dia sudah terpilih menjadi anggota MWA 2026-2031.

Kepada ITS, dia memberi tantangan. Di antaranya, mewujudkan mesin tanam otomatis. Termasuk traktor listrik.

Dalam diskusi dengan dosen dan peneliti ITS, Mentan Amran mengkritik para peneliti di perguruan tinggi, yang punya penyakit sama, yakni berhenti di publikasi Scopus.

“Seharusnya dosen dan para peneliti harus berani mengambil langkah komersialisasi terhadap hasil penelitiannya,” katanya.

Mentan Amran juga menyampaikan apresiasinya terhadap inovasi teknologi yang dihasilkan oleh ITS.

“Kami bangga dengan ITS. Banyak karya-karya ITS yang harus kita dorong agar rakyat Indonesia merasakan dan menikmati. Banyak teknologi diciptakan,” ujarnya.

Mentan Amran menyampaikan harapannya untuk menjadikan teknologi sektor pertanian Indonesia didominasi oleh karya anak bangsa, khususnya dari ITS.

Mentan menekankan pentingnya mekanisasi pertanian untuk menekan biaya produksi hingga 50-60 persen.

“Kalau semua menggunakan mekanisasi, kita bertransformasi dari pertanian tradisional ke modern dan tinggi yang bisa menjadikan Indonesia mempengaruhi banyak dunia,” tegasnya.

Baca Juga: 
Mentan Amran Beli 100 Unit Traktor Terapung ITS, Tantang Bikin Traktor Listrik untuk Tanam Otomatis

ITS diharapkan dapat menjadi motor penggerak dalam pengembangan teknologi pertanian modern, mulai dari peralatan panen, pengolahan tanah, hingga irigasi.

Mentan Amran Sulaiman menantang ITS untuk mengembangkan traktor listrik yang diharapkan dapat terealisasi dalam dua hingga tiga tahun mendatang. “Kalau itu jadi, Insya Allah negara yang pertama,” katanya.*

Pada 9 November 2025, Mentan Amran pernah berkunjung ke ITS. Saat itu, dia sudah terpilih menjadi anggota MWA 2026-2031.

Kepada ITS, dia memberi tantangan. Di antaranya, mewujudkan mesin tanam otomatis. Termasuk traktor listrik.

Dalam diskusi dengan dosen dan peneliti ITS, Mentan Amran mengkritik para peneliti di perguruan tinggi, yang punya penyakit sama, yakni berhenti di publikasi Scopus.

“Seharusnya dosen dan para peneliti harus berani mengambil langkah komersialisasi terhadap hasil penelitiannya,” katanya.

Mentan Amran juga menyampaikan apresiasinya terhadap inovasi teknologi yang dihasilkan oleh ITS.

“Kami bangga dengan ITS. Banyak karya-karya ITS yang harus kita dorong agar rakyat Indonesia merasakan dan menikmati. Banyak teknologi diciptakan,” ujarnya.

Mentan Amran menyampaikan harapannya untuk menjadikan teknologi sektor pertanian Indonesia didominasi oleh karya anak bangsa, khususnya dari ITS.

Mentan menekankan pentingnya mekanisasi pertanian untuk menekan biaya produksi hingga 50-60 persen.

“Kalau semua menggunakan mekanisasi, kita bertransformasi dari pertanian tradisional ke modern dan tinggi yang bisa menjadikan Indonesia mempengaruhi banyak dunia,” tegasnya.

Baca Juga: 
Kementan Siapkan Rp1,49 T dan Ajukan Tambahan Rp5,1 T untuk Pulihkan Pertanian Sumatera Pasca Bencana

ITS diharapkan dapat menjadi motor penggerak dalam pengembangan teknologi pertanian modern, mulai dari peralatan panen, pengolahan tanah, hingga irigasi.

Mentan Amran Sulaiman menantang ITS untuk mengembangkan traktor listrik yang diharapkan dapat terealisasi dalam dua hingga tiga tahun mendatang. “Kalau itu jadi, Insya Allah negara yang pertama,” katanya.*

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/