27 C
Makassar
18 January 2026, 17:38 PM WITA

Lima Strategi Gaspol Mentan Amran Bikin Indonesia Swasembada Beras

Overview

  • Indonesia mencetak sejarah dengan mencapai swasembada pangan 2025 hanya dalam satu tahun tanpa impor beras konsumsi.

  • Produksi beras nasional melonjak menjadi 34,71 juta ton dan menciptakan surplus 3,52 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah.

  • Keberhasilan ini didorong strategi “gaspol” Kementan melalui deregulasi, bersih-bersih birokrasi, pemberantasan mafia pangan, efisiensi anggaran, dan modernisasi pertanian.

SulawesiPos.com – Indonesia mencatat tonggak baru dalam sektor pertanian nasional. Dalam kurun waktu hanya satu tahun, target swasembada pangan berhasil diwujudkan pada 2025, jauh lebih cepat dari rencana awal pemerintah yang mematok waktu empat tahun.

Capaian bersejarah itu diumumkan langsung Presiden Prabowo Subianto saat kunjungan kerja di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada Rabu, 7 Januari 2026.

Keberhasilan tersebut menempatkan Indonesia pada posisi strategis sebagai negara yang mampu memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman kemudian mengungkapkan di balik lonjakan kinerja sektor pangan tersebut.

Dalam dialog bersama pimpinan Jawa Pos Group di kediamannya di Kalibata, Jakarta, Minggu (11/1/2026), Amran menegaskan bahwa swasembada pangan bukan hasil kebetulan, melainkan buah dari transformasi besar-besaran di tubuh Kementerian Pertanian.

Baca Juga: 
Hilirisasi Ayam di Bone Serap 2.038 Tenaga Kerja Lokal, Mentan Amran: Dampaknya Langsung Dirasakan Masyarakat

Secara data, keberhasilan itu tercermin dari peningkatan produksi beras nasional tahun 2025 yang mencapai 34,71 juta ton. Angka tersebut naik 4,09 juta ton atau sekitar 13,36 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Produksi itu menghasilkan surplus beras sebesar 3,52 juta ton, sehingga Indonesia tidak melakukan impor beras konsumsi sepanjang 2025.

Organisasi Pangan Dunia (FAO) bahkan memproyeksikan angka tersebut sebagai rekor tertinggi sepanjang sejarah produksi beras Indonesia.

Overview

  • Indonesia mencetak sejarah dengan mencapai swasembada pangan 2025 hanya dalam satu tahun tanpa impor beras konsumsi.

  • Produksi beras nasional melonjak menjadi 34,71 juta ton dan menciptakan surplus 3,52 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah.

  • Keberhasilan ini didorong strategi “gaspol” Kementan melalui deregulasi, bersih-bersih birokrasi, pemberantasan mafia pangan, efisiensi anggaran, dan modernisasi pertanian.

SulawesiPos.com – Indonesia mencatat tonggak baru dalam sektor pertanian nasional. Dalam kurun waktu hanya satu tahun, target swasembada pangan berhasil diwujudkan pada 2025, jauh lebih cepat dari rencana awal pemerintah yang mematok waktu empat tahun.

Capaian bersejarah itu diumumkan langsung Presiden Prabowo Subianto saat kunjungan kerja di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada Rabu, 7 Januari 2026.

Keberhasilan tersebut menempatkan Indonesia pada posisi strategis sebagai negara yang mampu memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman kemudian mengungkapkan di balik lonjakan kinerja sektor pangan tersebut.

Dalam dialog bersama pimpinan Jawa Pos Group di kediamannya di Kalibata, Jakarta, Minggu (11/1/2026), Amran menegaskan bahwa swasembada pangan bukan hasil kebetulan, melainkan buah dari transformasi besar-besaran di tubuh Kementerian Pertanian.

Baca Juga: 
Terdepan Salurkan Bantuan Pangan, Masyarakat Aceh Sampaikan Terima Kasih kepada Mentan Amran

Secara data, keberhasilan itu tercermin dari peningkatan produksi beras nasional tahun 2025 yang mencapai 34,71 juta ton. Angka tersebut naik 4,09 juta ton atau sekitar 13,36 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Produksi itu menghasilkan surplus beras sebesar 3,52 juta ton, sehingga Indonesia tidak melakukan impor beras konsumsi sepanjang 2025.

Organisasi Pangan Dunia (FAO) bahkan memproyeksikan angka tersebut sebagai rekor tertinggi sepanjang sejarah produksi beras Indonesia.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/