27 C
Makassar
18 January 2026, 17:38 PM WITA

Mentan Amran: Swasembada Pangan Jadi Kinerja Terbaik Kabinet Merah Putih, Berkat Gagasan Presiden dan Petani

Overview

  • Presiden Prabowo mengumumkan Indonesia sudah swasembada beras dan sejak 2025 sudah tidak mengimpor beras lagi.
  • Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan swasembada beras adalah hasil kerja kolektif Kabinet Merah Putih yang lahir dari gagasan besar Presiden Prabowo,
  • Petani di Indonesia berjumlah 160 juta orang, yang jika dihitung dengan sektor hilirisasi, ada 180 juta orang yang hidup dari sektor pertanian.

SulawesiPos.com, Karawang — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan keberhasilan swasembada pangan nasional merupakan hasil kerja kolektif Kabinet Merah Putih yang lahir dari gagasan besar Presiden Prabowo Subianto serta kerja keras petani dan penyuluh pertanian di seluruh Indonesia.

“Saya tegaskan sekali lagi, swasembada ini adalah kerja terbaik Kabinet Merah Putih dari gagasan besar Presiden Republik Indonesia dan dari keringat petani Indonesia,” ujar Mentan Amran dalam kegiatan Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Desa Kertamukti, Kecamatan Cilebar, Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).

Mentan Amran menyebut capaian tersebut tidak mungkin diraih bila Kementerian Pertanian bekerja sendiri.

Baca Juga: 
Mentan Amran: Padat Karya Kunci Pemulihan Pertanian Pascabencana, Petani Dilibatkan Langsung

Ia menegaskan, sejak awal Presiden telah mendorong kerja lintas sektor dengan target yang jelas dan tenggat waktu yang ketat.

“Swasembada ini bukan kerja saya. Ini kerja kita semua sebagai anak bangsa,” kata Mentan Amran

Mentan Amran mengungkapkan bahwa target swasembada pangan semula diproyeksikan dalam jangka waktu yang lebih panjang.

Namun, seiring arahan Presiden, tenggat tersebut dipercepat secara signifikan, menuntut kerja ekstra dan lompatan kinerja di seluruh lini.

“Awalnya empat tahun, lalu tiga tahun, kemudian satu tahun. Saat jadi satu tahun, kami vertigo. Tapi alhamdulillah hari ini hasilnya mulai terlihat,” ujarnya.

Mentan Amran juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh kementerian dan lembaga yang ikut menopang agenda pangan nasional.

Salah satu kebijakan strategis yang disorot adalah penyederhanaan regulasi pupuk yang diterbitkan hanya dalam satu hari dan berdampak langsung bagi petani.

Overview

  • Presiden Prabowo mengumumkan Indonesia sudah swasembada beras dan sejak 2025 sudah tidak mengimpor beras lagi.
  • Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan swasembada beras adalah hasil kerja kolektif Kabinet Merah Putih yang lahir dari gagasan besar Presiden Prabowo,
  • Petani di Indonesia berjumlah 160 juta orang, yang jika dihitung dengan sektor hilirisasi, ada 180 juta orang yang hidup dari sektor pertanian.

SulawesiPos.com, Karawang — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan keberhasilan swasembada pangan nasional merupakan hasil kerja kolektif Kabinet Merah Putih yang lahir dari gagasan besar Presiden Prabowo Subianto serta kerja keras petani dan penyuluh pertanian di seluruh Indonesia.

“Saya tegaskan sekali lagi, swasembada ini adalah kerja terbaik Kabinet Merah Putih dari gagasan besar Presiden Republik Indonesia dan dari keringat petani Indonesia,” ujar Mentan Amran dalam kegiatan Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Desa Kertamukti, Kecamatan Cilebar, Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).

Mentan Amran menyebut capaian tersebut tidak mungkin diraih bila Kementerian Pertanian bekerja sendiri.

Baca Juga: 
Presiden Prabowo Anugerahi Penghargaan untuk Danrem, Dandim, dan Kapolres Bone, Dinilai Berjasa atas Capaian Produksi Padi Tertinggi Nasional

Ia menegaskan, sejak awal Presiden telah mendorong kerja lintas sektor dengan target yang jelas dan tenggat waktu yang ketat.

“Swasembada ini bukan kerja saya. Ini kerja kita semua sebagai anak bangsa,” kata Mentan Amran

Mentan Amran mengungkapkan bahwa target swasembada pangan semula diproyeksikan dalam jangka waktu yang lebih panjang.

Namun, seiring arahan Presiden, tenggat tersebut dipercepat secara signifikan, menuntut kerja ekstra dan lompatan kinerja di seluruh lini.

“Awalnya empat tahun, lalu tiga tahun, kemudian satu tahun. Saat jadi satu tahun, kami vertigo. Tapi alhamdulillah hari ini hasilnya mulai terlihat,” ujarnya.

Mentan Amran juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh kementerian dan lembaga yang ikut menopang agenda pangan nasional.

Salah satu kebijakan strategis yang disorot adalah penyederhanaan regulasi pupuk yang diterbitkan hanya dalam satu hari dan berdampak langsung bagi petani.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/