Categories: News

Inggris Terlibat dalam Operasi AS Menyita Tanker Berbendera Rusia di Atlantik Utara

SulawesiPos.com – Pemerintah Inggris mengonfirmasi keterlibatannya dalam operasi militer Amerika Serikat yang menyita sebuah kapal tanker berbendera Rusia di Atlantik Utara sebagai bagian dari upaya penegakan sanksi internasional, sebagaimana dilaporkan The Guardian pada 7 Januari 2026.

Dalam laporan tersebut Menteri Pertahanan Inggris, John Healey, menyatakan bahwa angkatan bersenjata Inggris memberikan dukungan langsung terhadap operasi tersebut tanpa terlibat dalam proses penyergapan atau penguasaan kapal.

Dukungan Inggris mencakup pemberian akses pangkalan udara bagi pesawat Amerika Serikat, penguatan pengawasan udara oleh Angkatan Udara Kerajaan Inggris, serta bantuan pengisian bahan bakar laut selama fase akhir operasi, sebagaimana diungkapkan dalam laporan The Guardian pada hari yang sama.

Healey menegaskan bahwa keterlibatan Inggris sah secara hukum internasional karena kapal tersebut sebelumnya telah melanggar rezim sanksi dan beroperasi dengan identitas yang berubah-ubah.

Kapal tanker yang kini bernama Marinera sebelumnya dikenal sebagai Bella 1 dan tercatat telah berganti nama serta bendera berkali-kali dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut keterangan resmi pemerintah Inggris, kapal tersebut pernah berlayar tanpa status kewarganegaraan yang sah, kondisi yang memungkinkan intersepsi hukum oleh negara lain.

Pemerintah Inggris menyebut tanker itu sebagai bagian dari jaringan pelayaran bayangan yang digunakan untuk menghindari sanksi internasional dan menopang konflik bersenjata lintas kawasan.

Jaringan pelayaran bayangan tersebut dinilai berkontribusi terhadap ketidakstabilan global, termasuk memperpanjang konflik dari Timur Tengah hingga Eropa Timur.

Grafik Guardian. Sumber MarineTraffic, FlightRadar24.

Penyitaan kapal dilakukan setelah Amerika Serikat secara resmi meminta dukungan Inggris dalam kerangka kerja sama keamanan strategis kedua negara.

Meski memberikan dukungan logistik dan intelijen, pemerintah Inggris menegaskan bahwa seluruh proses naik ke kapal dilakukan sepenuhnya oleh pasukan Amerika Serikat, sebagaimana disampaikan Healey kepada parlemen dan dikutip The Guardian pada 7 Januari 2026.

Kapal tersebut sempat mengubah arah pelayaran secara mendadak dan mengganti nama serta benderanya setelah didekati aparat Amerika Serikat, sebuah langkah sebagai upaya menghindari penyitaan.

Upaya perubahan identitas itu tidak menghentikan operasi penyitaan yang telah direncanakan secara intensif oleh militer Amerika Serikat dengan dukungan sekutu.

Kapal yang sama sebelumnya telah masuk dalam daftar sanksi Amerika Serikat sejak pertengahan 2024 atas dugaan keterlibatan dalam pengangkutan muatan ilegal.

Operasi ini dipandang sebagai bagian dari strategi lebih luas untuk memutus jalur logistik pelayaran gelap yang digunakan dalam penghindaran sanksi dan pembiayaan konflik global.

Keterlibatan Inggris dalam operasi tersebut mencerminkan meningkatnya koordinasi militer lintas negara dalam menegakkan rezim sanksi internasional.

Langkah ini juga menandai meningkatnya tekanan internasional terhadap praktik pelayaran tersembunyi yang selama ini beroperasi di celah hukum internasional.

Pemerintah Inggris menyatakan akan terus memperkuat kerja sama keamanan internasional guna menjaga stabilitas ekonomi, politik, dan keamanan global, sebagaimana dikutip The Guardian dalam pembaruan laporan pada 8 Januari 2026. (ali)

Admin

Share
Published by
Admin
Tags: Amerika Serikat Inggris Kapal Tanker Rusia Sanksi Internasional