Kapal tersebut sempat mengubah arah pelayaran secara mendadak dan mengganti nama serta benderanya setelah didekati aparat Amerika Serikat, sebuah langkah sebagai upaya menghindari penyitaan.
Upaya perubahan identitas itu tidak menghentikan operasi penyitaan yang telah direncanakan secara intensif oleh militer Amerika Serikat dengan dukungan sekutu.
Kapal yang sama sebelumnya telah masuk dalam daftar sanksi Amerika Serikat sejak pertengahan 2024 atas dugaan keterlibatan dalam pengangkutan muatan ilegal.
Operasi ini dipandang sebagai bagian dari strategi lebih luas untuk memutus jalur logistik pelayaran gelap yang digunakan dalam penghindaran sanksi dan pembiayaan konflik global.
Keterlibatan Inggris dalam operasi tersebut mencerminkan meningkatnya koordinasi militer lintas negara dalam menegakkan rezim sanksi internasional.
Langkah ini juga menandai meningkatnya tekanan internasional terhadap praktik pelayaran tersembunyi yang selama ini beroperasi di celah hukum internasional.
Pemerintah Inggris menyatakan akan terus memperkuat kerja sama keamanan internasional guna menjaga stabilitas ekonomi, politik, dan keamanan global, sebagaimana dikutip The Guardian dalam pembaruan laporan pada 8 Januari 2026. (ali)

