24 C
Makassar
18 January 2026, 20:50 PM WITA

Panen Raya Nasional di Karawang, Mentan Amran Ungkap Sejumlah Capaian Historis Sektor Pangan

Amran juga menyampaikan optimisme terkait ekspor beras, yang disebut berpotensi menjadi tonggak sejarah baru bagi Indonesia.

“Tapi beras, kalau bisa yang penting Bulog izinnya dan serapannya sama saja. 2025 itu ekspor hampir pasti kita lakukan tahun ini dan itu sejarah pertama Indonesia,” ujarnya.

Terkait cadangan pangan, Amran menyebut stok beras pemerintah berada pada level yang sangat kuat.

“Stok kita 3,2 juta ton, pernah dulu Indonesia mendapatkan penghargaan di (tahun) 84 dari FAO itu stoknya hanya 2 juta ton, kita sekarang 4 juta ton pernah diraih dan akhir tahun 3,2 juta ton,” kata Amran.

Ia menambahkan, konsumsi beras di sektor hotel, restoran, dan katering (Horeka) juga mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah.

“Tapi di Horeka tertinggi sepanjang sejarah juga, di hotel, rumah-rumah, restoran itu 12 juta ton, naik 49 persen,” ujarnya.

Selain itu, Nilai Tukar Petani (NTP) dan kinerja ekspor pertanian turut mencatatkan rekor baru.

“NTP kita 125, ini juga tertinggi. Ekspor kita naik, naik 33 persen, nilainya Rp158 triliun selisihnya,” kata Amran.

Baca Juga: 
Breaking News, Tiga Rumah di Bengo Ludes Terbakar, Salah Satunya Milik Sekcam Amali

Menutup pidatonya, Menteri Pertanian menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada Presiden Prabowo Subianto atas dukungan penuh terhadap petani Indonesia.

“Sekali lagi Swasembada ini adalah kerja terbaik kabinet merah putih dari gagasan besar Bapak Presiden Republik Indonesia dan seluruh penyuluh petani Indonesia,” pungkasnya. (tar)

Amran juga menyampaikan optimisme terkait ekspor beras, yang disebut berpotensi menjadi tonggak sejarah baru bagi Indonesia.

“Tapi beras, kalau bisa yang penting Bulog izinnya dan serapannya sama saja. 2025 itu ekspor hampir pasti kita lakukan tahun ini dan itu sejarah pertama Indonesia,” ujarnya.

Terkait cadangan pangan, Amran menyebut stok beras pemerintah berada pada level yang sangat kuat.

“Stok kita 3,2 juta ton, pernah dulu Indonesia mendapatkan penghargaan di (tahun) 84 dari FAO itu stoknya hanya 2 juta ton, kita sekarang 4 juta ton pernah diraih dan akhir tahun 3,2 juta ton,” kata Amran.

Ia menambahkan, konsumsi beras di sektor hotel, restoran, dan katering (Horeka) juga mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah.

“Tapi di Horeka tertinggi sepanjang sejarah juga, di hotel, rumah-rumah, restoran itu 12 juta ton, naik 49 persen,” ujarnya.

Selain itu, Nilai Tukar Petani (NTP) dan kinerja ekspor pertanian turut mencatatkan rekor baru.

“NTP kita 125, ini juga tertinggi. Ekspor kita naik, naik 33 persen, nilainya Rp158 triliun selisihnya,” kata Amran.

Baca Juga: 
PP KAMMI Nilai Swasembada Pangan 2025 sebagai Prestasi Nasional

Menutup pidatonya, Menteri Pertanian menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada Presiden Prabowo Subianto atas dukungan penuh terhadap petani Indonesia.

“Sekali lagi Swasembada ini adalah kerja terbaik kabinet merah putih dari gagasan besar Bapak Presiden Republik Indonesia dan seluruh penyuluh petani Indonesia,” pungkasnya. (tar)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/