SulawesiPos.com – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menggelar rapat pertama 2026 di Kementerian Pertanian pada Senin (5/1/2026). Yang menarik, Mentan Andi Amran mengajak pejabat terkait untuk rapat subuh.
Mentan Andi Amran tiba di ruang rapat Kementan pukul 04.56 WIB. Dia melihat di jajaran kursi belum ada satu pun yang terisi. Itu artinya, dia menjadi orang pertama yang datang.
Mentan Andi Amran langsung mengambil tempat duduk di bagian tengah. Sembari menunggu pejabat Kementan lainnya datang, dia scrolling HP untuk membaca data dan informasi terkait produksi pertanian.
Barulah 20 menit kemudian, satu per satu pejabat Kementan datang. Mereka langsung mengambil posisi dan membuka laptop.
Melihat Pak Menteri sudah datang lebih dahulu, para pejabat Kementan kemudian meminta maaf dengan alasan masing-masing.
Mengapa Mentan Andi Amran mengajak para pejabatnya rapat subuh untuk rapat pertama Kementan 2026?
Andi Amran percaya, pada subuh pikiran masih jernih dan belum terkontaminasi hal-hal lain.
Pejabat yang muslim juga baru selesai menunaikan Salat Subuh. Di kepalanya masih lekat bacaan serta doa-doa subuh.
Presiden Prabowo: Tim Pertanian Contoh Kerja Pemerintah yang Berprestasi dan Membanggakan
Sehingga, ketika rapat mereka bisa berpikir dengan tenang dan menyampaikan gagasan atau ide yang masih fresh.
Momen Bersejarah Swasembada Beras
Di balik itu, ada hal lain yang lebih urgen yang membuat Mentan Andi Amran menggelar rapat pertama 2026 pada waktu subuh. Yakni, awal Januari 2026 merupakan momen paling penting dalam sejarah pertanian Indonesia.
Sejak 1 Januari 2026 pukul 00.00 WIB, sudah ditetapkan bahwa Indonesia mencapai swasembada beras. Hal ini disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
Presiden Prabowo menyampaikan pencapaian bersejarah itu saat menghadiri puncak peringatan Natal Nasional Tahun 2025 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Senin (5/1/2026).
“Saudara-saudara, saya dengan bangga, hari ini saya bisa menyampaikan, begitu lewat 31 Desember 2025, bangsa Indonesia sekarang sudah swasembada beras,” kata Presiden.
Prabowo mengungkapkan, swasembada beras sebenarnya target strategis nasional yang sebelumnya ditetapkan untuk dicapai dalam waktu empat tahun.
Namun, berkat kerja keras dan kolaborasi seluruh pihak, target tersebut berhasil diwujudkan dalam satu tahun saja.
Prabowo dengan penuh kebanggaan menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2025, Indonesia tidak melakukan impor beras sama sekali.
“Target empat tahun, kita bisa capai dalam waktu satu tahun,” ujar Presiden.
Awal 2026 Stok 12,529 Juta Ton
Sebelumnya, Badan Pangan Nasional atau Bapanas menyatakan Indonesia telah swasembada beras, ditandai stok awal 2026 mencapai 12,529 juta ton.
Capaian stok itu meningkat 203 persen dalam dua tahun terakhir, yang merupakan bentuk kemandirian pangan melalui produksi petani dalam negeri.
Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, mengungkapkan, Indonesia menorehkan stok sisa persediaan beras secara nasional dari tahun 2025 atau carry over stock ke tahun 2026 merupakan capaian yang eksponensial.
Carry over stock 2025 yang kemudian menjadi stok awal di tahun 2026 itu menjadi salah satu bukti tercapainya swasembada beras.
Ketut Astawa sebagaimana diberitakan Antara mengatakan, stok awal 2026 yang mencapai 12,529 juta ton sudah termasuk stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog sebesar 3,248 juta ton.
Selain itu, stok beras nasional itu tersebar di tingkat rumah tangga produsen dan konsumen, penggilingan, pedagang, dan horeka (hotel, restoran, katering).
Torehan 12,529 juta ton stok beras di awal tahun 2026 ini meningkat pesat dalam 2 tahun terakhir. Tercatat ada peningkatan hingga 203,05 persen terhadap stok awal tahun 2024 yang kala itu berada di angka 4,134 juta ton.
Sementara terhadap stok awal tahun 2025 telah meningkat 49,12 persen karena stok awal 2025 berada di 8,402 juta ton.
Menurutnya, kondisi stok beras secara nasional untuk awal tahun 2026 sangat tinggi dan aman berkat kerja keras para petani dan dukungan Kementerian Pertanian beserta pemangku kepentingan lainnya.
“Sesuai arahan Bapak Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman, Indonesia tidak perlu impor beras konsumsi di tahun 2026. Ini melanjutkan komitmen pemerintah dalam mendukung petani Indonesia karena tahun 2025 juga tidak ada impor,” ujar Ketut Astawa. (aas)

