Ia mencatat bahwa korban teror, termasuk DJ Donny dan Sherly Annavita, memiliki kemiripan aktivitas, yakni kerap melontarkan kritik terhadap penanganan bencana banjir di Sumatra.
Menanggapi hal tersebut, Pigai menegaskan bahwa pemerintah justru sedang fokus pada kerja nyata di lapangan.
Ia menyebut pemerintah telah menjalankan tahap tanggap darurat dan pembangunan infrastruktur secara masif di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
“Semua orang tentu tahu dan telah menyaksikan bahwa hampir setiap minggu Presiden datang ke wilayah terdampak untuk memastikan pemulihan masyarakat,” tambah Pigai.
Pemerintah berkomitmen untuk menjaga agar ruang publik tetap aman dari segala bentuk intimidasi.
Dengan adanya instruksi untuk mengusut tuntas kasus ini, diharapkan Polri dapat segera memberikan kepastian hukum bagi para korban dan memastikan stabilitas demokrasi tetap terjaga tanpa adanya praktik playing victim demi popularitas semata. (amh)

