Pada tahap ketiga, dari target 146.503 hektare, realisasi mencapai 67,67 persen jaringan utama, 87,57 persen jaringan tersier, dan 93,91 persen JIAT.
Hermanto menekankan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi lintas sektor, termasuk koordinasi intensif dengan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) serta Balai Besar/Balai Wilayah Sungai di daerah, juga dukungan pemerintah daerah.
“Capaian ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi lintas sektor, khususnya bersama Kementerian Pekerjaan Umum, serta dukungan kuat dari pemerintah daerah,” ujarnya.
Ke depan, implementasi Inpres 2 Tahun 2025 akan terus diperkuat melalui kegiatan strategis seperti optimasi lahan dan cetak sawah rakyat di seluruh Indonesia.
Kementerian Pertanian menegaskan komitmennya untuk memastikan jalan menuju swasembada pangan lebih nyata, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan ketahanan pangan nasional. (ayi)

