“Faktor penentu keberhasilan ada pada peningkatan benih dan pupuk, juga dalam ketersediaan air,” kata Mentan Amran dalam keterangannya pada Jumat (2/1/2026)
Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian, Hermanto, menyampaikan bahwa sepanjang 2025, pemerintah gencar melakukan pembangunan, rehabilitasi, serta operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi secara masif dan terintegrasi.
Upaya ini mengacu pada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025, yang diterbitkan Presiden Prabowo Subianto pada 30 Januari 2025, untuk mendukung swasembada pangan nasional.
“Dengan adanya instruksi presiden ini, pemerintah mempercepat perbaikan dan rehabilitasi infrastruktur irigasi pada daerah irigasi yang sekitar 60 persen kondisinya kurang optimal dalam menyediakan air bagi persawahan,” jelas Hermanto.
Dari target Inpres tahap pertama seluas 280.880 hektare, realisasi mencapai 99,93 persen.
Tahap kedua, dengan target 225.775 hektare, telah terealisasi 83,46 persen jaringan irigasi utama, 98,66 persen jaringan irigasi tersier, dan 92,25 persen pembangunan serta rehabilitasi jaringan irigasi air tanah (JIAT).

