Antrean BBM Makassar mulai terurai. Pertamina menambah 17 mobil tangki dan memperpanjang distribusi, sementara dugaan penimbunan masih dianalisis.
SulawesiPos.com – Antrean BBM di sejumlah SPBU Makassar, Sulawesi Selatan, mulai terurai setelah Kementerian ESDM, BPH Migas, pemerintah daerah, dan Pertamina melakukan sejumlah penanganan, termasuk menambah 17 mobil tangki serta memperpanjang jam distribusi dari depot, Rabu (16/9/2026).
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan kondisi itu merupakan hasil koordinasi dan inovasi bersama untuk mengurai antrean pembelian BBM yang sebelumnya mengganggu sejumlah SPBU di Makassar.
“Sudah ada inovasi-inovasi di sana dilakukan, sehingga kalau kita perhatikan di SPBU-SPBU yang antrean panjang, sekarang sudah terurai,” ujar Laode setelah rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Komisaris Independen PT Pertamina Patra Niaga Prabunindya Revta Revolusi menyebut layanan BBM di Makassar mulai kembali normal setelah peninjauan terhadap sejumlah SPBU dan terminal BBM pada Selasa (15/9/2026).
“Kami melakukan peninjauan ke beberapa SPBU yang ada di Kota Makassar dan melihat bahwa antrean sudah mulai kembali normal, situasi sudah mulai melandai. Para petugas juga siap melayani warga Makassar dalam mengakses kebutuhan energi,” ujarnya.
Untuk mempercepat pasokan, Pertamina meningkatkan penerimaan BBM dari kapal ke depot, menambah 17 mobil tangki, dan memperpanjang jam operasional penyaluran dari depot ke lembaga penyalur.
Pertamina juga menambah jalur khusus Pertalite di sejumlah SPBU serta mengoperasikan SPBU modular di kawasan CPI sebagai alternatif layanan bagi masyarakat.
Pjs Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Okky Aditya Wibowo mengatakan kondisi penyaluran BBM di Makassar, Gowa, Takalar, dan Maros kini lebih kondusif.
“Kondisi penyaluran BBM di Makassar, Gowa, Takalar, dan Maros saat ini sudah lebih kondusif. Ini tentu merupakan hasil kerja bersama antara Pertamina, pemerintah daerah, dan APH yang terus berkoordinasi dan melakukan pemantauan di lapangan,” ujar Okky.
Di tengah pemulihan layanan, Kementerian ESDM menemukan dugaan penimbunan BBM oleh pihak yang memodifikasi tangki kendaraan.
Modifikasi tersebut diduga meningkatkan kapasitas muatan tangki sekitar 50–75 persen dari kapasitas awal.
Laode mengatakan pihak terkait masih menganalisis lebih lanjut modus dugaan penimbunan tersebut.
“Kita sedang menganalisis, ya. Nanti akan ketahuan. Sebentar lagi,” ucapnya.
Pemerintah daerah, Pertamina, dan aparat penegak hukum tetap melakukan pemantauan untuk memastikan distribusi BBM berjalan sesuai kebutuhan masyarakat dan kondisi di lapangan.