Atasi Krisis Air Bersih, Pemkot Makassar Salurkan Bantuan Tiap Hari dan Siapkan 18 SPAM

SulawesiPos.com — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menginstruksikan seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Perusda, termasuk jajaran direksi PDAM, untuk memperkuat distribusi air bersih kepada warga terdampak kemarau panjang.

Penyaluran air bersih gratis ini dijalankan secara rutin setiap hari demi memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah cuaca ekstrem.

Munafri menyampaikan bahwa penanganan cepat terus dilakukan melalui koordinasi lintas instansi guna menjangkau kantong-kantong pemukiman yang paling terdampak krisis air.

“Langkah-langkah strategis yang kita siapkan dan jalankan bagaimana siapkan air tangki ke lorong-lorong dan pasokan air bersih di pemukiman warga. Dan ini sudah kita jalankan sejak bulan lalu, dan terus-menerus kita pasok air gratis untuk warga,” ujar Munafri, Rabu (9/9/2026).

Operasi tanggap darurat yang dikoordinasikan oleh BPBD bersama Damkarmat, DLH, Dinas PU, dan PMI sejauh ini telah menyalurkan 49 rit air bersih ke 3.802 kepala keluarga atau 12.939 jiwa. Jangkauan armada penyaluran pun diperluas dari 50 titik menjadi 175 titik per hari.

BACA JUGA:  Ibu Buang Bayi Down Syndrome dalam Kardus di Makassar, Polisi Sebut Disuruh Suami Siri

Di samping pengerahan mobil tangki, Pemkot Makassar menyiapkan langkah jangka panjang melalui pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di 18 titik oleh Dinas PU guna mengantisipasi penurunan debit air baku.

“PU melalui 18 titik SPAM yang dibangun, dan Pak Camat kalau di Kecamatan Makassar membutuhkan pembangunan SPAM, langsung laporkan ke PU dan besok insyaallah akan disurvei untuk dibangun sistem SPAM yang bisa dilaksanakan di tempat ini,” tutur Munafri.
Munafri juga meminta jajaran kewilayahan melakukan pendataan yang cermat agar distribusi air berjalan tepat sasaran dan merata.

“Yang kita butuhkan masyarakat yang benar-benar terdampak yang mendapatkan air yang disiapkan oleh Pemerintah Kota. Kalau ada warga yang mengalami kekeringan dan tidak mendapatkan air bersih, tolong informasikan ke pak lurah. Nanti pak lurah meneruskan ke atas supaya terstruktur dan sesuai mekanisme birokrasi,” tegasnya.

Selain melapor ke kelurahan setempat, warga juga dapat memanfaatkan kanal aduan resmi seperti hotline 112, kontak 08155112112, aplikasi Lontara+, maupun formulir daring yang disediakan.

BACA JUGA:  Dua Mahasiswi Asal Makassar Tewas Ditabrak Truk di Solo, Polisi Selidiki Dugaan Kelalaian Sopir

Mengingat prediksi BMKG bahwa hujan signifikan baru berpotensi turun pada akhir Oktober, Munafri memastikan penanganan darurat air bersih akan terus digencarkan secara konsisten.

SulawesiPos.com — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menginstruksikan seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Perusda, termasuk jajaran direksi PDAM, untuk memperkuat distribusi air bersih kepada warga terdampak kemarau panjang.

Penyaluran air bersih gratis ini dijalankan secara rutin setiap hari demi memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah cuaca ekstrem.

Munafri menyampaikan bahwa penanganan cepat terus dilakukan melalui koordinasi lintas instansi guna menjangkau kantong-kantong pemukiman yang paling terdampak krisis air.

“Langkah-langkah strategis yang kita siapkan dan jalankan bagaimana siapkan air tangki ke lorong-lorong dan pasokan air bersih di pemukiman warga. Dan ini sudah kita jalankan sejak bulan lalu, dan terus-menerus kita pasok air gratis untuk warga,” ujar Munafri, Rabu (9/9/2026).

Operasi tanggap darurat yang dikoordinasikan oleh BPBD bersama Damkarmat, DLH, Dinas PU, dan PMI sejauh ini telah menyalurkan 49 rit air bersih ke 3.802 kepala keluarga atau 12.939 jiwa. Jangkauan armada penyaluran pun diperluas dari 50 titik menjadi 175 titik per hari.

BACA JUGA:  Appi ke Demokrat? Ini Gambaran Kekuatan Partai Berlambang Bintang Mercy di Sulsel

Di samping pengerahan mobil tangki, Pemkot Makassar menyiapkan langkah jangka panjang melalui pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di 18 titik oleh Dinas PU guna mengantisipasi penurunan debit air baku.

“PU melalui 18 titik SPAM yang dibangun, dan Pak Camat kalau di Kecamatan Makassar membutuhkan pembangunan SPAM, langsung laporkan ke PU dan besok insyaallah akan disurvei untuk dibangun sistem SPAM yang bisa dilaksanakan di tempat ini,” tutur Munafri.
Munafri juga meminta jajaran kewilayahan melakukan pendataan yang cermat agar distribusi air berjalan tepat sasaran dan merata.

“Yang kita butuhkan masyarakat yang benar-benar terdampak yang mendapatkan air yang disiapkan oleh Pemerintah Kota. Kalau ada warga yang mengalami kekeringan dan tidak mendapatkan air bersih, tolong informasikan ke pak lurah. Nanti pak lurah meneruskan ke atas supaya terstruktur dan sesuai mekanisme birokrasi,” tegasnya.

Selain melapor ke kelurahan setempat, warga juga dapat memanfaatkan kanal aduan resmi seperti hotline 112, kontak 08155112112, aplikasi Lontara+, maupun formulir daring yang disediakan.

BACA JUGA:  BPBD Makassar Salurkan Air Bersih ke 24 Titik, Ini Lokasinya

Mengingat prediksi BMKG bahwa hujan signifikan baru berpotensi turun pada akhir Oktober, Munafri memastikan penanganan darurat air bersih akan terus digencarkan secara konsisten.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru