SulawesiPos.com — Kasus kebakaran di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, terus menjadi perhatian. Hingga Agustus 2026, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Makassar mencatat sebanyak 218 kejadian kebakaran.
Dalam lima pekan terakhir, terdapat 13 kasus kebakaran yang menjadi perhatian karena terjadi di sejumlah wilayah Kota Makassar.
Peningkatan kejadian tersebut turut dipengaruhi kondisi cuaca panas dan kemarau yang meningkatkan risiko munculnya kebakaran.
Data Damkarmat Makassar menunjukkan tren kebakaran mengalami peningkatan cukup tajam sejak memasuki pertengahan tahun.
Pada Januari tercatat 17 kejadian, Februari 12 kejadian, Maret 10 kejadian, April 18 kejadian, dan Mei 15 kejadian.
Angka tersebut kemudian meningkat menjadi 31 kejadian pada Juni dan 47 kejadian pada Juli.
Memasuki Agustus, jumlahnya kembali melonjak.
Hingga data terakhir yang dihimpun, tercatat 68 kejadian kebakaran sepanjang bulan tersebut.
Cuaca Panas Jadi Salah Satu Faktor
Kepala Damkarmat Makassar Fadly Wellang mengatakan kondisi kemarau panjang dan peningkatan suhu menjadi salah satu faktor yang membuat potensi kebakaran semakin tinggi.
“Ini kan tentu karena kemarau yang panjang kemudian tentu pada saat kemarau suhu meningkat,” ujar Fadly Wellang dalam keterangannya.
Sementara itu, Kabid Operasi Damkarmat Makassar Andi Muhammad Cakrawala menyebut kondisi cuaca ekstrem turut menjadi perhatian, terutama karena dalam beberapa waktu terakhir kebakaran lahan cukup banyak terjadi.
“Selain pengaruh cuaca yang cukup ekstrem dan di mana sepekan terakhir ini kejadian kebakaran lahan sangat banyak terjadi,” kata Andi Muhammad Cakrawala.
Korsleting hingga Kebakaran Alang-alang
Berdasarkan data Damkarmat Makassar, penyebab kebakaran cukup beragam.
Kebakaran alang-alang menjadi salah satu jenis kejadian yang paling banyak tercatat, yakni 88 kasus.
Selain itu, terdapat 31 kasus akibat korsleting listrik dan 15 kasus yang berkaitan dengan tabung gas.
Sementara itu, sebanyak 84 kejadian lainnya masih tercatat dengan penyebab yang belum diketahui.
Dampak kebakaran sepanjang tahun ini juga cukup besar.
Sebanyak 210 unit tempat tinggal dilaporkan terbakar, disusul 20 toko, kios atau kafe, tujuh gudang, satu hotel atau asrama, enam kantor atau sekolah, serta 27 kendaraan.
Kebakaran juga menghanguskan 133 titik alang-alang.
Total kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp11,09 miliar.
Empat Orang Meninggal Dunia
Selain kerugian material, rangkaian kebakaran tersebut juga menimbulkan korban jiwa.
Data Damkarmat mencatat empat orang meninggal dunia dan enam orang mengalami luka-luka.
Dampak kebakaran juga dirasakan masyarakat.
Sebanyak 463 kepala keluarga tercatat terdampak akibat berbagai peristiwa kebakaran yang terjadi sepanjang Januari hingga Agustus 2026.
Dengan meningkatnya kasus kebakaran pada periode kemarau, masyarakat Makassar diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap sumber api, terutama penggunaan listrik, kompor atau tabung gas, serta aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran di area lahan kering.
Damkarmat juga terus mengingatkan masyarakat untuk segera melaporkan kejadian kebakaran agar proses pemadaman dapat dilakukan secepat mungkin.


