Situasi bentrokan dua kelompok di kawasan Jembatan Abdullah Daeng Sirua atau Abdesir, Makassar, yang sempat mengganggu arus lalu lintas.
SulawesiPos.com – Bentrokan dua kelompok kembali pecah di kawasan Jembatan Abdullah Daeng Sirua atau Abdesir, sebelum Kampus Universitas Fajar (UNIFA), Kota Makassar, Minggu, 26 Juli 2026.
Kericuhan yang diduga dipicu sengketa lahan itu sempat memblokir badan jalan sehingga arus lalu lintas di sekitar lokasi terganggu dan pengendara memilih mencari jalur lain.
Video yang beredar di media sosial memperlihatkan puluhan orang berada di sekitar jembatan dan saling berhadapan.
Dalam sejumlah rekaman, situasi kemudian memanas dengan aksi saling serang yang diduga menggunakan busur dan senjata tajam, sementara warga serta pengguna jalan menjauh untuk menghindari titik bentrokan.
Informasi awal yang beredar menyebut kericuhan berlangsung sejak sore hari.
Dampaknya tidak hanya terasa pada dua kelompok yang terlibat, tetapi juga pada akses jalan di sekitar Jembatan Abdesir yang sempat sulit dilalui karena badan jalan tertutup oleh massa.
Sejumlah pengendara dilaporkan memutar arah untuk menghindari kawasan tersebut.
Situasi itu membuat ruas jalan di salah satu koridor padat Kota Makassar mendadak lumpuh sesaat di tengah aktivitas akhir pekan.
Hingga Senin pagi, 27 Juli 2026, belum ada keterangan resmi yang memastikan kronologi lengkap bentrokan, penyebab pasti kericuhan, identitas pihak yang terlibat, maupun langkah penanganan aparat di lapangan.
Karena itu, dugaan penggunaan senjata tajam, busur, serta pemicu sengketa lahan masih menunggu konfirmasi dari kepolisian.
Informasi yang beredar juga menyebut adanya korban dan satu unit sepeda motor terbakar dalam insiden tersebut.
Namun sampai berita ini disusun, jumlah korban maupun rincian kerugian material belum dapat dipastikan karena belum ada penjelasan resmi dari pihak berwenang.
Peristiwa ini kembali menarik perhatian karena terjadi di sekitar Jembatan Abdesir, salah satu titik lalu lintas yang cukup padat di Makassar.
Publik kini menunggu penjelasan resmi dari Polrestabes Makassar maupun Polsek Panakkukang untuk memastikan duduk perkara bentrokan, pihak-pihak yang terlibat, serta kondisi terakhir di lokasi.
Sampai ada keterangan resmi, fakta yang dapat dipastikan sejauh ini masih terbatas pada lokasi kejadian, waktu peristiwa pada Minggu, 26 Juli 2026, kemacetan akibat blokade jalan, serta beredarnya video yang memperlihatkan dua kelompok saling berhadapan di sekitar jembatan.