Ular Piton 4 Meter Sembunyi di Kolam Hidran MTos Makassar, Damkar Turun Evakuasi

SulawesiPos.com – Seekor ular piton sepanjang sekitar empat meter menghebohkan area Makassar Town Square atau MTos, Makassar, Sulawesi Selatan, setelah ditemukan bersembunyi di kolam hidran pusat perbelanjaan tersebut, Minggu (28/6/2026) pagi. Ular itu kemudian dievakuasi petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Makassar.

Kepala Dinas Damkarmat Makassar Fadli Wellang mengatakan ular tersebut pertama kali terlihat oleh petugas sekuriti sekitar pukul 08.36 Wita. Saat ditemukan, ular itu berada di sekitar lokasi sebelum masuk ke dalam bak hidran yang ada di area MTos.

Keberadaan ular itu kemudian dilaporkan ke Damkarmat karena dikhawatirkan membahayakan pengunjung. Menindaklanjuti laporan tersebut, Damkarmat Makassar menurunkan empat personel ke lokasi untuk melakukan penanganan.

Proses evakuasi tidak bisa dilakukan secara cepat karena ular bersembunyi di dalam bak hidran yang masih terisi air. Petugas lebih dulu harus menunggu kolam dikosongkan agar akses untuk menangkap ular bisa dilakukan dengan aman.

Evakuasi berlangsung lebih dari satu jam

Fadli menjelaskan bak hidran di lokasi memiliki kedalaman sekitar tiga meter. Kondisi itu membuat proses penanganan memerlukan waktu tambahan sebelum ular bisa dijangkau dan diamankan sepenuhnya oleh petugas.

BACA JUGA:  Damkarmat Makassar Catat 86 Kebakaran Sepanjang 2026, Sebanyak 75 Rumah dan Bangunan Ludes Terbakar

Evakuasi akhirnya berjalan lancar dan selesai sekitar pukul 10.02 Wita. Meski sempat memakan waktu, tidak ada laporan korban dalam kejadian tersebut dan ular berhasil diamankan tanpa menimbulkan gangguan lebih lanjut di lokasi pusat perbelanjaan.

Menurut Fadli, lamanya proses evakuasi terutama disebabkan kebutuhan untuk mengosongkan bak hidran terlebih dahulu. Setelah itu, petugas baru bisa menangkap ular yang bersembunyi di dalam kolam tersebut.

Setelah berhasil diamankan, ular piton itu dibawa ke Posko Rescue BTP untuk penanganan lanjutan sebelum kemudian dipindahkan ke markas komando. Damkarmat memastikan penanganan dilakukan agar hewan tersebut tidak kembali membahayakan lingkungan sekitar.

Temuan ular picu kewaspadaan di area publik

Kemunculan ular piton di area pusat perbelanjaan kembali mengingatkan pentingnya kewaspadaan di ruang publik, terutama pada titik-titik yang jarang diperiksa seperti bak air, saluran, atau area tertutup lain. Kondisi seperti itu kerap menjadi tempat persembunyian satwa liar yang masuk ke kawasan permukiman atau bangunan komersial.

BACA JUGA:  Satu Rumah di Bontoduri Hangus Terbakar, Damkarmat Kerahkan 14 Armada

Kasus di MTos juga menunjukkan pentingnya respons cepat petugas keamanan lokasi dan Damkarmat dalam mencegah risiko terhadap pengunjung. Dengan penanganan yang cepat dan terukur, potensi gangguan maupun ancaman dari satwa liar di area ramai dapat diminimalkan sejak awal.

SulawesiPos.com – Seekor ular piton sepanjang sekitar empat meter menghebohkan area Makassar Town Square atau MTos, Makassar, Sulawesi Selatan, setelah ditemukan bersembunyi di kolam hidran pusat perbelanjaan tersebut, Minggu (28/6/2026) pagi. Ular itu kemudian dievakuasi petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Makassar.

Kepala Dinas Damkarmat Makassar Fadli Wellang mengatakan ular tersebut pertama kali terlihat oleh petugas sekuriti sekitar pukul 08.36 Wita. Saat ditemukan, ular itu berada di sekitar lokasi sebelum masuk ke dalam bak hidran yang ada di area MTos.

Keberadaan ular itu kemudian dilaporkan ke Damkarmat karena dikhawatirkan membahayakan pengunjung. Menindaklanjuti laporan tersebut, Damkarmat Makassar menurunkan empat personel ke lokasi untuk melakukan penanganan.

Proses evakuasi tidak bisa dilakukan secara cepat karena ular bersembunyi di dalam bak hidran yang masih terisi air. Petugas lebih dulu harus menunggu kolam dikosongkan agar akses untuk menangkap ular bisa dilakukan dengan aman.

Evakuasi berlangsung lebih dari satu jam

Fadli menjelaskan bak hidran di lokasi memiliki kedalaman sekitar tiga meter. Kondisi itu membuat proses penanganan memerlukan waktu tambahan sebelum ular bisa dijangkau dan diamankan sepenuhnya oleh petugas.

BACA JUGA:  Kebakaran Ruko Fotokopi di Makassar, 8 Unit Armada Dikerahkan

Evakuasi akhirnya berjalan lancar dan selesai sekitar pukul 10.02 Wita. Meski sempat memakan waktu, tidak ada laporan korban dalam kejadian tersebut dan ular berhasil diamankan tanpa menimbulkan gangguan lebih lanjut di lokasi pusat perbelanjaan.

Menurut Fadli, lamanya proses evakuasi terutama disebabkan kebutuhan untuk mengosongkan bak hidran terlebih dahulu. Setelah itu, petugas baru bisa menangkap ular yang bersembunyi di dalam kolam tersebut.

Setelah berhasil diamankan, ular piton itu dibawa ke Posko Rescue BTP untuk penanganan lanjutan sebelum kemudian dipindahkan ke markas komando. Damkarmat memastikan penanganan dilakukan agar hewan tersebut tidak kembali membahayakan lingkungan sekitar.

Temuan ular picu kewaspadaan di area publik

Kemunculan ular piton di area pusat perbelanjaan kembali mengingatkan pentingnya kewaspadaan di ruang publik, terutama pada titik-titik yang jarang diperiksa seperti bak air, saluran, atau area tertutup lain. Kondisi seperti itu kerap menjadi tempat persembunyian satwa liar yang masuk ke kawasan permukiman atau bangunan komersial.

BACA JUGA:  Damkarmat Makassar Catat 86 Kebakaran Sepanjang 2026, Sebanyak 75 Rumah dan Bangunan Ludes Terbakar

Kasus di MTos juga menunjukkan pentingnya respons cepat petugas keamanan lokasi dan Damkarmat dalam mencegah risiko terhadap pengunjung. Dengan penanganan yang cepat dan terukur, potensi gangguan maupun ancaman dari satwa liar di area ramai dapat diminimalkan sejak awal.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru