SulawesiPos.com – Polisi mewanti-wanti adanya penyusup dalam demo mahasiswa di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (15/6/2026), yang diprediksi berlangsung di ruas padat seperti Jalan Urip Sumoharjo, AP Pettarani, hingga Sultan Alauddin. Aksi ini digelar merespons kebijakan pemerintah, termasuk kenaikan harga BBM non-subsidi jenis Pertamax.
Peringatan itu menjadi perhatian karena sejumlah titik aksi berada di jalur utama aktivitas warga.
Kawasan Fly Over perempatan Jalan Urip Sumoharjo-Jalan AP Pettarani, depan kantor sementara DPRD Sulsel, depan Kantor Gubernur Sulsel, hingga pertigaan Jalan Sultan Alauddin-Jalan AP Pettarani berpotensi menjadi pusat konsentrasi massa.
Bagi pengendara, lokasi-lokasi tersebut selama ini dikenal sebagai jalur padat. Jika aksi berlangsung, pelambatan arus lalu lintas hingga kemacetan berpeluang terjadi, terutama pada jam sibuk.
Karena itu, warga yang hendak melintas di sekitar titik tersebut disarankan menyiapkan jalur alternatif lebih awal.
Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana memastikan pengamanan disesuaikan dengan jumlah massa aksi. Polisi, kata dia, siap mengawal demonstrasi agar aspirasi mahasiswa tetap tersampaikan tanpa mengganggu ketertiban umum.
“Kalau pengunjuk rasa 100 orang yang kita siapkan 150 orang. Kalau pengunjuk rasa 1000 orang ya kita siapkan 1500 orang,” kata Kombes Pol Arya Perdana kepada wartawan.
Arya menyebut situasi massa sejauh ini masih seperti hari-hari sebelumnya. Namun, polisi tetap menyiapkan skema pengamanan sesuai perkembangan di lapangan.
“Saat ini, pengunjuk rasa alhamdulillah sama dengan hari hari lainnya,” tambahnya.
Aksi mahasiswa di Makassar tersebut berkaitan dengan respons terhadap sejumlah kebijakan pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Salah satu isu yang ikut disuarakan adalah kenaikan harga BBM non-subsidi jenis Pertamax.
Titik Aksi Berada di Jalur Utama Kota
Sejumlah lokasi yang diprediksi menjadi titik aksi bukan hanya berdekatan dengan pusat pemerintahan, tetapi juga berada di jalur pertemuan kendaraan dari berbagai arah.
Kondisi ini membuat pengamanan tidak hanya berfokus pada massa, tetapi juga kelancaran arus lalu lintas.
Polisi berharap demonstrasi berlangsung tertib, aman, dan tidak mudah diprovokasi.
Arya meminta peserta aksi mengenali barisan masing-masing agar tidak ada pihak luar yang menunggangi unjuk rasa.
“Kita harapkan bisa tertib aman nyaman lancar sehingga maksud dari pengunjuk rasa bisa tersampaikan,” ujarnya.
Mahasiswa Diminta Waspadai Provokasi
Arya secara khusus mengingatkan massa aksi agar berhati-hati terhadap pihak yang ingin memprovokasi atau mengintimidasi. Menurutnya, penyusup bisa merusak tujuan utama demonstrasi.
“Berhati hati terhadap pihak pihak yang mau memprovokasi dan mau mengintimidasi. Hati hati terhadap penyusup yang ingin merusak niat baik dari pengunjuk rasa,” ujarnya.
Dengan potensi aksi di sejumlah ruas utama, warga yang tidak berkepentingan di sekitar lokasi demo sebaiknya menghindari kawasan tersebut sementara waktu.
Langkah itu penting untuk mencegah terjebak kemacetan maupun pelambatan kendaraan saat unjuk rasa berlangsung.


