SulawesiPos.com – Momentum Musyawarah Besar Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (Mubes IKA Unhas) 2026 terasa istimewa, Sabtu (2/5/2026).
Empat rektor dari lintas generasi tampak hadir dan membersamai jalannya forum alumni tersebut, menandai kuatnya sinergi antara kampus dan alumni.
Keempat sosok tersebut yakni Prof Basri Hasanuddin (1989-1997), Prof Idrus Paturusi (2006-2014), Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu (2014-2022), serta rektor saat ini Prof Jamaluddin Jompa yang menjabat sejak 2022.
Kehadiran empat rektor ini menjadi simbol kesinambungan kepemimpinan di Universitas Hasanuddin, sekaligus memperlihatkan kontribusi kolektif dalam membangun reputasi kampus hingga saat ini.
Rektor Unhas, Prof Jamaluddin Jompa atau yang akrab disapa Prof JJ, menilai kebersamaan tersebut sebagai pertanda positif bagi masa depan kampus dan alumni.
“Empat rektor unhas hari ini membersamai Mubes IKA Unhas. Ini pertanda baik bahwa Unhas dan IKA semakin kuat,” ujarnya.
Ia juga menyinggung capaian global Unhas yang terus menunjukkan tren positif. Menurutnya, universitas yang mampu menembus 1.000 besar dunia sudah masuk kategori world class university.
“Unhas pada tahun 2025 sudah berada di peringkat 950 dunia. Ini tentu hasil kerja bersama dari masa ke masa,” jelasnya.
Prof JJ menegaskan, capaian tersebut tidak lepas dari peran para pendahulunya.
Ia menyebut Prof Basri Hasanuddin sebagai peletak dasar, dilanjutkan oleh Prof Idrus Paturusi yang memperkuat fondasi menuju Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH), hingga Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu yang melanjutkan transformasi tersebut.
“Saya hanya melanjutkan dan memanen hasil dari karya-karya sebelumnya, sehingga Unhas tetap terjaga dari waktu ke waktu,” tambahnya.
Lebih jauh, ia berharap reputasi kampus yang terus meningkat akan berdampak langsung pada penguatan posisi alumni, baik di tingkat nasional maupun global.
“Nama baik almamater dan kebesaran universitas secara otomatis akan mempengaruhi penguatan daya saing dan nilai para alumni,” lanjut Guru Besar FIKP Unhas ini.
Sementara itu, Ketua IKA Unhas yang juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, turut menyampaikan apresiasi kepada para rektor terdahulu atas kontribusi mereka.
Dalam momen hangat tersebut, Andi Amran bahkan mengenang pengalaman pribadinya bersama Prof Basri Hasanuddin.
“Terima kasih Prof Basri. Kami masih ingat bantuan bapak waktu di Pinrang terkait persoalan tikus. Hari ini, tikus juga yang mengantar saya menjadi Menteri Pertanian,” ucapnya.

