Pelajar di Makassar Ditikam Usai Melawan saat Ditegur Bubar, Pelaku Masih Dikejar

SulawesiPos.com – Pelajar di Makassar berinisial ASPT (15) tewas ditikam oleh pemuda berinisial IA (35) usai melawan karena ditegur untuk bubar demi mencegah keributan.

Pelaku diduga emosi karena perlawanan korban sehingga melakukan penikaman di Jalan Baji Pamai, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar, Senin (6/4) sore.

Aparat gabungan dari Jatanras Polrestabes Makassar bersama Polsek Mamajang pun melakukan pengejaran terhadap pelaku.

Kapolsek Mamajang, Kompol Mustari mengungkapkan, pelaku merupakan pelayan warkop di kawasan Jalan Baji Pamai tersebut.

“Korban seorang pelajar sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong. Sementara itu, terduga pelaku berinisial IA sehari-hari bekerja sebagai pelayan warkop di kawasan Jalan Baji Minasa,” ujar Kompol Mustari kepada wartawan, Selasa (7/4/2026).

Dua kali Membantah saat Ditegur

Mustari menerangkan bahwa peristiwa itu berawal ketika korban bersama sejumlah temannya berkumpul di sekitar rumah kakak pelaku.

Saat itu, mereka sempat diingatkan agar segera membubarkan diri untuk mencegah kemungkinan terjadinya keributan.

BACA JUGA: 
Fakta-fakta Adik Tikam Kakak di Makassar, Dipicu Utang Rp1 Juta-Terancam 15 Tahun Penjara

“Peristiwa bermula saat korban bersama teman-temannya nongkrong di sekitar rumah kakak pelaku dan sempat ditegur karena dikhawatirkan memicu keributan seperti yang sebelumnya terjadi. Korban kemudian pindah, namun tidak jauh dari lokasi semula,” jelasnya.

Mustari menyebutkan bahwa korban dan teman-temannya menolak teguran yang diberikan oleh kakak pelaku.

Ketika kembali ditegur, mereka tetap membantah dan tidak mengindahkan peringatan tersebut.

“Korban berteman tidak terima (ditegur dan diminta pindah) sehingga dihampiri kembali oleh kakak pelaku dan menegur kembali. Namun setiap perkataan kakak pelaku dibantah oleh korban bersama temannya,” katanya.

Pelaku Ikut Cekcok-Tikam Korban

Tidak lama kemudian, pelaku mendekati korban dari arah belakang dan ikut memberikan teguran.

Pertengkaran pun terjadi, yang diduga berujung dengan pelaku langsung menikam korban di bagian perut.

“Dari arah belakang datang pelaku menghampiri korban berteman sambil menegur. Namun terjadi cekcok di antara pelaku dan korban dan di saat itu juga pelaku langsung menikam korban di bagian perut dan pelaku meninggalkan tempat tersebut,” beber Mustari.

BACA JUGA: 
Kasus Adik Tikam Kakak Gegara Utang Rp1 Juta, Pelaku Kini Terancam Hukuman Mati

Pihak kepolisian telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta memeriksa saksi-saksi guna memburu pelaku yang melarikan diri.

“Kami masih melakukan penyelidikan dan mengejar pelaku,” tutup Mustari.

SulawesiPos.com – Pelajar di Makassar berinisial ASPT (15) tewas ditikam oleh pemuda berinisial IA (35) usai melawan karena ditegur untuk bubar demi mencegah keributan.

Pelaku diduga emosi karena perlawanan korban sehingga melakukan penikaman di Jalan Baji Pamai, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar, Senin (6/4) sore.

Aparat gabungan dari Jatanras Polrestabes Makassar bersama Polsek Mamajang pun melakukan pengejaran terhadap pelaku.

Kapolsek Mamajang, Kompol Mustari mengungkapkan, pelaku merupakan pelayan warkop di kawasan Jalan Baji Pamai tersebut.

“Korban seorang pelajar sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong. Sementara itu, terduga pelaku berinisial IA sehari-hari bekerja sebagai pelayan warkop di kawasan Jalan Baji Minasa,” ujar Kompol Mustari kepada wartawan, Selasa (7/4/2026).

Dua kali Membantah saat Ditegur

Mustari menerangkan bahwa peristiwa itu berawal ketika korban bersama sejumlah temannya berkumpul di sekitar rumah kakak pelaku.

Saat itu, mereka sempat diingatkan agar segera membubarkan diri untuk mencegah kemungkinan terjadinya keributan.

BACA JUGA: 
Fakta-fakta Adik Tikam Kakak di Makassar, Dipicu Utang Rp1 Juta-Terancam 15 Tahun Penjara

“Peristiwa bermula saat korban bersama teman-temannya nongkrong di sekitar rumah kakak pelaku dan sempat ditegur karena dikhawatirkan memicu keributan seperti yang sebelumnya terjadi. Korban kemudian pindah, namun tidak jauh dari lokasi semula,” jelasnya.

Mustari menyebutkan bahwa korban dan teman-temannya menolak teguran yang diberikan oleh kakak pelaku.

Ketika kembali ditegur, mereka tetap membantah dan tidak mengindahkan peringatan tersebut.

“Korban berteman tidak terima (ditegur dan diminta pindah) sehingga dihampiri kembali oleh kakak pelaku dan menegur kembali. Namun setiap perkataan kakak pelaku dibantah oleh korban bersama temannya,” katanya.

Pelaku Ikut Cekcok-Tikam Korban

Tidak lama kemudian, pelaku mendekati korban dari arah belakang dan ikut memberikan teguran.

Pertengkaran pun terjadi, yang diduga berujung dengan pelaku langsung menikam korban di bagian perut.

“Dari arah belakang datang pelaku menghampiri korban berteman sambil menegur. Namun terjadi cekcok di antara pelaku dan korban dan di saat itu juga pelaku langsung menikam korban di bagian perut dan pelaku meninggalkan tempat tersebut,” beber Mustari.

BACA JUGA: 
Kasus Adik Tikam Kakak Gegara Utang Rp1 Juta, Pelaku Kini Terancam Hukuman Mati

Pihak kepolisian telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta memeriksa saksi-saksi guna memburu pelaku yang melarikan diri.

“Kami masih melakukan penyelidikan dan mengejar pelaku,” tutup Mustari.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru