Mentan Andi Amran Sulaiman Pastikan Stok Beras Aman hingga April 2026, RI Tahan Ancaman Kekeringan dan Gejolak Global

SulawesiPos.com — Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, memastikan ketersediaan pangan nasional, khususnya beras, dalam kondisi aman untuk beberapa bulan ke depan.

Hal tersebut disampaikan saat melakukan pengecekan langsung gudang Bulog di Makassar, Minggu (5/3/2026).

Dalam keterangannya, Mentan menyebut bahwa stok beras nasional diproyeksikan mampu mencukupi kebutuhan hingga Maret bahkan April 2026, meskipun terdapat potensi kekeringan yang diperkirakan berlangsung hingga enam bulan ke depan.

“Kalau produksi kita minimal 2 juta ton per bulan, dikalikan enam bulan berarti 12 juta ton. Itu artinya kita masih sangat aman, bahkan bisa melewati masa rawan hingga April,” ujar Amran.

Ia menambahkan, pemerintah telah merancang berbagai langkah strategis, termasuk optimalisasi sistem irigasi dan program peningkatan produksi pangan, guna menjaga stabilitas pasokan di tengah tantangan iklim.

Selain faktor domestik, Amran juga menyinggung situasi geopolitik global yang tengah memanas, khususnya di kawasan Timur Tengah seperti Israel dan Irak.

BACA JUGA: 
Menteri Agama Puji Kinerja Mentan Amran Antar Indonesia Swasembada Beras

Menurutnya, konflik di wilayah tersebut berpotensi memengaruhi harga energi dan logistik global, namun tidak berdampak signifikan terhadap harga pangan di Indonesia.

“Alhamdulillah, tidak berpengaruh besar. Kenapa? Karena stok beras kita ada dan pupuk juga tersedia,” tegasnya.

Amran juga menilai kesiapan Indonesia dalam menghadapi potensi krisis pangan dan energi tidak lepas dari perencanaan strategis Presiden Prabowo yang dinilai visioner dalam membaca dinamika global.

Dengan ketersediaan stok yang memadai serta dukungan distribusi pupuk yang terjaga, pemerintah optimistis stabilitas harga dan pasokan pangan nasional tetap terkendali di tengah berbagai tantangan.

SulawesiPos.com — Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, memastikan ketersediaan pangan nasional, khususnya beras, dalam kondisi aman untuk beberapa bulan ke depan.

Hal tersebut disampaikan saat melakukan pengecekan langsung gudang Bulog di Makassar, Minggu (5/3/2026).

Dalam keterangannya, Mentan menyebut bahwa stok beras nasional diproyeksikan mampu mencukupi kebutuhan hingga Maret bahkan April 2026, meskipun terdapat potensi kekeringan yang diperkirakan berlangsung hingga enam bulan ke depan.

“Kalau produksi kita minimal 2 juta ton per bulan, dikalikan enam bulan berarti 12 juta ton. Itu artinya kita masih sangat aman, bahkan bisa melewati masa rawan hingga April,” ujar Amran.

Ia menambahkan, pemerintah telah merancang berbagai langkah strategis, termasuk optimalisasi sistem irigasi dan program peningkatan produksi pangan, guna menjaga stabilitas pasokan di tengah tantangan iklim.

Selain faktor domestik, Amran juga menyinggung situasi geopolitik global yang tengah memanas, khususnya di kawasan Timur Tengah seperti Israel dan Irak.

BACA JUGA: 
Swasembada Pangan Tercapai, Mentan Amran Apresiasi Peran Kepala Daerah

Menurutnya, konflik di wilayah tersebut berpotensi memengaruhi harga energi dan logistik global, namun tidak berdampak signifikan terhadap harga pangan di Indonesia.

“Alhamdulillah, tidak berpengaruh besar. Kenapa? Karena stok beras kita ada dan pupuk juga tersedia,” tegasnya.

Amran juga menilai kesiapan Indonesia dalam menghadapi potensi krisis pangan dan energi tidak lepas dari perencanaan strategis Presiden Prabowo yang dinilai visioner dalam membaca dinamika global.

Dengan ketersediaan stok yang memadai serta dukungan distribusi pupuk yang terjaga, pemerintah optimistis stabilitas harga dan pasokan pangan nasional tetap terkendali di tengah berbagai tantangan.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru