SulawesiPos.com – Jalan Hertasning selama ini menjadi salah satu ruas jalan di Makassar yang sempat mengalami kerusakan parah.
Kondisi tersebut dinilai membahayakan pengendara dan memicu gelombang keluhan dari masyarakat.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Pemprov Sulsel kini mengklaim penanganan Jalan Hertasning di Kota Makassar telah rampung.
Selanjutnya, pemerintah daerah mengalihkan fokus pada pengerjaan dan perbaikan Jalan Aroepala yang masih berada di wilayah yang sama.
Kepala Seksi Preservasi Jalan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan, ZN Ahmad Wildani, menyebutkan bahwa ruas Jalan Hertasning dan Jalan Aroepala masing-masing sepanjang 1,8 kilometer masuk dalam Paket 1 Multi Years Project (MYP).
Hertasning Rampung Diaspal, Aroepala Menyusul
Ia menjelaskan, Jalan Hertasning yang ditangani dimulai dari pertigaan Jalan AP Pettarani hingga eks Kantor Dinas Pendidikan Kota Makassar.
Sementara ruas dari titik tersebut hingga perbatasan Kabupaten Gowa merupakan bagian dari Jalan Aroepala.
“Kita perlu jelaskan, bahwa untuk Jalan Hertasning sepanjang 1,8 km sampai di eks Kantor Disdik itu sudah ditangani pengaspalan. Untuk selanjutnya sampai perbatasan Gowa itu juga masuk dalam Paket 1, dan akan ditangani,” ujarnya, Minggu (29/3/2026).
Lebih lanjut, Wildani menyampaikan bahwa metode penanganan antara kedua ruas jalan tersebut berbeda.
Jalan Hertasning telah diselesaikan melalui pengaspalan, sedangkan Jalan Aroepala akan ditangani dengan kombinasi aspal dan beton atau rigid pavement.
“Kalau Hertasning pengaspalannya telah selesai, selanjutnya perbaikan pedestrian dan pembersihan saluran,” katanya.
Penanganan Saluran Jadi Tahap Awal Jalan Aroepala
Wildani menjelaskan, penanganan Jalan Aroepala sendiri belum dimulai karena menunggu selesainya pengerjaan saluran terlebih dahulu.
“Untuk Aroepala akan ditangani 1,8 km dengan dua macam penanganan yakni aspal dan beton. Belum dimulainya penanganan jalan di sana karena kita menunggu pengerjaan saluran terlebih dahulu, untuk salurannya menggunakan U-Ditch beton dan sementara dalam tahap pabrikasi,” jelasnya.
Menurutnya, pembangunan saluran menjadi tahapan awal penanganan Jalan Aroepala guna memastikan aliran air saat hujan berjalan lancar, sekaligus meminimalkan potensi kemacetan selama proses pengerjaan berlangsung.
“Kita harap kesabaran masyarakat, dan mohon doa agar pengerjaan jalan Aroepala dapat berjalan lancar,” ujarnya.
Sebagai informasi, Paket 1 Multi Years Contract (MYC) memiliki nilai kontrak sebesar Rp430 miliar.
Paket ini mencakup penanganan 13 ruas jalan di empat daerah, yakni Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Kabupaten Sinjai, dan Kabupaten Bulukumba, dengan total panjang penanganan mencapai 300,24 kilometer.
Adapun ruas jalan yang masuk dalam paket tersebut antara lain Jalan Hertasning dan Jalan Aroepala di Kota Makassar, Jalan Tun Abdul Razak, Jalan HM Yasin Limpo, Burung-Burung–Bili-Bili, Sungguminasa–Malino, serta Malino–Batas Sinjai di Kabupaten Gowa.

