PSBM XXVI KKSS Wajibkan Santunan Anak Yatim Jadi Program Berkelanjutan

SulawesiPos.com – Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI yang digelar oleh Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi para pengusaha, tetapi juga momentum lahirnya program sosial berkelanjutan.

Salah satu program utama yang menjadi sorotan adalah santunan anak yatim piatu yang digagas langsung oleh Ketua Umum BPP KKSS, Andi Amran Sulaiman.

Program ini dirancang sebagai kegiatan rutin, bukan sekadar seremoni tahunan.

Santunan Anak Yatim Jadi Program Tetap KKSS

Ketua Panitia PSBM XXVI, Ibnu Munsir, menjelaskan bahwa santunan ini merupakan kelanjutan dari program sosial yang telah dimulai sejak sehari sebelum acara puncak.

Rangkaian kegiatan meliputi:

  1. Anjangsana ke panti asuhan
  2. Penyerahan donasi
  3. Puncak santunan pada hari pelaksanaan

“Ini bisa terwujud berkat kepemimpinan ketua umum yang memuntun kita semua, serta kerja keras panitia,” ujarnya.

Santunan simbolis diberikan kepada anak-anak dari Panti Asuhan Aisyiah Muhammadiyah, sebagai bagian dari total sekitar seribu anak yatim yang menerima bantuan.

BACA JUGA: 
KKSS Gelar Buka Puasa Bersama dan Peringatan Nuzulul Qur’an di Kediaman Andi Amran Sulaiman, Dihadiri 3.000-an Warga

Bantuan Menyasar Masyarakat Luas dan Rentan

Program sosial PSBM XXVI tidak hanya menyasar anak yatim, tetapi juga kelompok masyarakat lainnya, seperti:

  • Marbot masjid
  • Penggali kuburan
  • Masyarakat kurang mampu

Ketua Panitia Bakti Sosial, Andi Fahsar Padjalangi, mengungkapkan bahwa pihaknya bersama Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin telah menyalurkan sekitar 25 ribu paket bantuan selama bulan Syawal.

“Program ini akan terus berlanjut, tidak hanya bantuan beras dan uang tunai, tetapi juga layanan kesehatan seperti operasi katarak dan operasi bibir sumbing,” jelasnya.

Kisah Inspiratif Amran Sulaiman di Balik Program Santunan

Dalam sambutannya, Andi Amran Sulaiman membagikan pengalaman hidupnya yang pernah menjadi yatim piatu sejak usia 18 tahun.

Ia mengaku pernah mengalami kesulitan ekonomi hingga tidak mampu membayar biaya pendidikan dan kehilangan rumah akibat kebakaran.

“Dari situlah saya tahu, sedekah itu dahsyat, termasuk doa anak yatim. Tapi kuncinya harus ikhlas,” ungkapnya.

PSBM XXVI Perkuat Solidaritas Sosial dan Ekonomi

Dengan adanya program santunan berkelanjutan ini, PSBM XXVI tidak hanya menjadi forum bisnis, tetapi juga wadah memperkuat solidaritas sosial.

BACA JUGA: 
Mentan Amran Silaturahmi dengan BPW KKSS Kepri dan BPD KKSS Karimun, Sepakat Tolak Beras Selundupan dan Dukung Swasembada Pangan

Kegiatan yang berlangsung di Makassar, Jumat (27/3/2026), turut dihadiri sejumlah kepala daerah, perwakilan Perum Bulog, serta saudagar dari berbagai wilayah di Indonesia.

Kehadiran unsur pemerintah dan masyarakat ini semakin menegaskan bahwa PSBM bukan hanya ajang ekonomi, tetapi juga gerakan sosial yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.

SulawesiPos.com – Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI yang digelar oleh Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi para pengusaha, tetapi juga momentum lahirnya program sosial berkelanjutan.

Salah satu program utama yang menjadi sorotan adalah santunan anak yatim piatu yang digagas langsung oleh Ketua Umum BPP KKSS, Andi Amran Sulaiman.

Program ini dirancang sebagai kegiatan rutin, bukan sekadar seremoni tahunan.

Santunan Anak Yatim Jadi Program Tetap KKSS

Ketua Panitia PSBM XXVI, Ibnu Munsir, menjelaskan bahwa santunan ini merupakan kelanjutan dari program sosial yang telah dimulai sejak sehari sebelum acara puncak.

Rangkaian kegiatan meliputi:

  1. Anjangsana ke panti asuhan
  2. Penyerahan donasi
  3. Puncak santunan pada hari pelaksanaan

“Ini bisa terwujud berkat kepemimpinan ketua umum yang memuntun kita semua, serta kerja keras panitia,” ujarnya.

Santunan simbolis diberikan kepada anak-anak dari Panti Asuhan Aisyiah Muhammadiyah, sebagai bagian dari total sekitar seribu anak yatim yang menerima bantuan.

BACA JUGA: 
Andi Amran Sulaiman Silaturahmi dengan Pegawai PT Tiran Group, Suasana Hangat dan Penuh Kebersamaan

Bantuan Menyasar Masyarakat Luas dan Rentan

Program sosial PSBM XXVI tidak hanya menyasar anak yatim, tetapi juga kelompok masyarakat lainnya, seperti:

  • Marbot masjid
  • Penggali kuburan
  • Masyarakat kurang mampu

Ketua Panitia Bakti Sosial, Andi Fahsar Padjalangi, mengungkapkan bahwa pihaknya bersama Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin telah menyalurkan sekitar 25 ribu paket bantuan selama bulan Syawal.

“Program ini akan terus berlanjut, tidak hanya bantuan beras dan uang tunai, tetapi juga layanan kesehatan seperti operasi katarak dan operasi bibir sumbing,” jelasnya.

Kisah Inspiratif Amran Sulaiman di Balik Program Santunan

Dalam sambutannya, Andi Amran Sulaiman membagikan pengalaman hidupnya yang pernah menjadi yatim piatu sejak usia 18 tahun.

Ia mengaku pernah mengalami kesulitan ekonomi hingga tidak mampu membayar biaya pendidikan dan kehilangan rumah akibat kebakaran.

“Dari situlah saya tahu, sedekah itu dahsyat, termasuk doa anak yatim. Tapi kuncinya harus ikhlas,” ungkapnya.

PSBM XXVI Perkuat Solidaritas Sosial dan Ekonomi

Dengan adanya program santunan berkelanjutan ini, PSBM XXVI tidak hanya menjadi forum bisnis, tetapi juga wadah memperkuat solidaritas sosial.

BACA JUGA: 
Prof Andi M Syakir Dorong Perbanyak Sudagar untuk Akselerasi Ekonomi Nasional Menuju Indonesia Emas 2045

Kegiatan yang berlangsung di Makassar, Jumat (27/3/2026), turut dihadiri sejumlah kepala daerah, perwakilan Perum Bulog, serta saudagar dari berbagai wilayah di Indonesia.

Kehadiran unsur pemerintah dan masyarakat ini semakin menegaskan bahwa PSBM bukan hanya ajang ekonomi, tetapi juga gerakan sosial yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru