SulawesiPos.com – Pertemuan Saudagar Bugis-Makassar (PSBM) XXVI akan digelar besok, 25–27 Maret 2026, di Hotel Claro Makassar. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Badan Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (BPP KKSS).
Berdasarkan informasi yang diterima, Sherly Tjoanda Laos, Gubernur Maluku Utara sekaligus pengusaha, akan berbagi pengalaman sukses dan peluang investasi dengan tema “Saudagar Tangguh, Ekonomi Tumbuh”. Sherly dijadwalkan hadir pada Kamis, 26 Maret 2026.
Selain Sherly, jajaran pembicara lain yang akan berbagi pengalaman dan inspirasi antara lain Gubernur Sulawesi Tenggara Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, S.E., M.M, Gubernur Kalimantan Utara Dr. H. Zainal A Paliwang, S.H., M.Hum, hingga Gubernur Jawa Timur Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si.
Deretan Bisnis Sherly Tjoanda
Sherly Tjoanda diundang sebagai narasumber karena memiliki rekam jejak bisnis yang luas dan beragam, meliputi perhotelan, pertambangan, logistik, hingga perikanan. Beberapa unit usaha miliknya adalah:
1.PT Bela Group
Perusahaan induk yang didirikan oleh mendiang Benny Laos ini dikelola bersama Sherly Tjoanda, yang tercatat sebagai Direktur dan pemilik saham 25,5 persen. PT Bela Group membawahi beberapa lini usaha, termasuk sektor perhotelan.
2. Bela Hotel Ternate
Hotel ini beroperasi di Kota Ternate dan menyasar wisatawan serta pelaku perjalanan bisnis, sekaligus mendukung sektor pariwisata dan ekonomi lokal.
3. PT Karya Wijaya
Berlokasi di Halmahera, perusahaan ini bergerak di bidang jasa dan pertambangan nikel. Sherly merupakan pemegang saham terbesar, meski tidak lagi aktif dalam operasional sejak terjun ke dunia politik.
4. PT Amazing Tabara
Perusahaan ini bergerak di sektor pertambangan emas. Sherly memiliki mayoritas saham, meski izin usahanya sempat dicabut pemerintah beberapa tahun lalu.
5. PT Indonesia Mas Mulia
Beroperasi di Halmahera Selatan, perusahaan ini bergerak di pertambangan emas dan tembaga dengan konsesi ribuan hektare.
6. PT Bela Sarana Permai
Perusahaan tambang pasir besi dan mineral dengan konsesi di Pulau Obi, Halmahera Selatan, mayoritas saham dimiliki Sherly. Aktivitas perusahaan sempat menjadi sorotan publik karena dekat dengan permukiman warga.
7. Bisnis Pelayaran dan Perikanan
Sherly juga mengelola Bela Shipping, layanan pengiriman barang antar-pulau, serta bisnis pengolahan tuna berbasis teknologi cold storage untuk pasar ekspor.
Ragam lini usaha tersebut menunjukkan bahwa Sherly Tjoanda memiliki bisnis yang terdiversifikasi dan stabil. Tidak heran jika ia termasuk salah satu kepala daerah dengan kekayaan terbesar di Indonesia.

