SulawesiPos.com – Pemerintah Kabupaten Bone menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga perputaran ekonomi daerah tetap stabil dan menggeliat menjelang Hari Raya Idulfitri.
Langkah ini diambil dengan mengacu pada data dan tren pergerakan ekonomi masyarakat yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, menegaskan pemerintah daerah telah menyiapkan tujuh langkah strategis guna memastikan peredaran uang di daerah tetap kuat dan tidak terjadi aliran dana keluar daerah (money out flow) secara signifikan saat momentum Lebaran.
Menurutnya, periode menjelang Idulfitri selalu menjadi momentum penting bagi aktivitas ekonomi masyarakat, terutama dengan meningkatnya konsumsi, arus mudik, hingga transaksi perdagangan.
“Momentum Lebaran harus dimanfaatkan untuk menggerakkan ekonomi lokal agar perputaran uang tetap berada di daerah dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.
Langkah pertama yang dilakukan adalah mendorong peningkatan produksi barang dan jasa lokal agar mampu memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Lebaran.
Selain itu, pemerintah daerah juga akan memperketat pengawasan harga barang dan jasa di pasar guna mencegah terjadinya lonjakan harga yang tidak wajar yang dapat memberatkan masyarakat.
“Pemkab Bone juga berupaya mempromosikan berbagai destinasi wisata lokal guna menarik kunjungan wisatawan, khususnya para pemudik yang pulang kampung saat Idulfitri,” pungkasnya, Minggu (15/3/2026).
Di sisi lain, sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) juga menjadi perhatian utama. Pemerintah mendorong pelaku UMKM memanfaatkan momentum “lisu kampong” atau tradisi pulang kampung untuk meningkatkan penjualan produk lokal.
“Promosi produk UMKM bahkan didorong melalui berbagai media, mulai dari media sosial, videotron hingga dukungan dari selebgram lokal agar produk daerah semakin dikenal dan diminati,” pungkasnya.
Pemerintah daerah juga memastikan manajemen logistik berjalan lancar sehingga distribusi barang kebutuhan masyarakat tidak mengalami hambatan atau kekurangan pasokan.
Selanjutnya, Pemkab Bone membuka peluang kemitraan dengan pihak swasta untuk meningkatkan investasi serta memperkuat perekonomian daerah.
Langkah terakhir adalah pengelolaan keuangan daerah secara optimal, termasuk mendorong percepatan pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi ASN dan PPPK.
Pemerintah juga mengimbau agar dana THR tersebut dibelanjakan sebanyak mungkin di wilayah Kabupaten Bone sehingga dapat memperkuat perputaran ekonomi lokal.
“Saya berharap melalui langkah ini, perekonomian daerah tetap tumbuh dan masyarakat dapat menyambut serta merayakan Idulfitri dengan nyaman dan penuh kebahagiaan,” tutupnya. (kar)

