SulawesiPos.com – Seorang ayah lanjut usia asal Kota Gorontalo, Hamzah Sahari (71), masih berjuang mencari keberadaan putri sulungnya, Siti Sahida Sahari (28), yang dilaporkan hilang sejak September 2025.
Siti terakhir diketahui bekerja di sebuah gerai makanan cepat saji di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Setelah enam bulan tak ada kabar, Hamzah akhirnya memberanikan diri datang langsung ke Makassar pada Minggu (8/3/2026) demi menelusuri jejak sang anak. Namun, upaya tersebut tidak berjalan mulus.
Siti tidak lagi ditemukan di lokasi kerjanya, sementara laporan orang hilang yang hendak dibuat Hamzah di Polsek Panakkukang tidak diterima.
“Saya disuruh buat selebaran foto dan tulis orang hilang, lalu ditempel atau disebarluaskan,” kata Hamzah kepada wartawan di Kota Makassar, Jumat (13/3).
Hamzah mengaku pihak kepolisian menyampaikan bahwa laporan belum dapat diproses karena anaknya sudah dewasa dan tidak memiliki gangguan mental.
“Laporan saya tidak diterima. Bapak polisi bilang anak saya sudah dewasa dan bukan orang yang mengalami gangguan mental, jadi belum bisa dibuat laporan. Saya hanya diarahkan untuk mencari informasi dulu, termasuk bertemu Bhabinkamtibmas,” ucapnya.
Meski kecewa, Hamzah memilih mengikuti arahan tersebut sambil terus berusaha mencari informasi keberadaan putrinya.
Sarjana Keperawatan yang Merantau Demi Karier
Hamzah menuturkan, Siti merupakan anak pertama dari dua bersaudara dan merupakan lulusan sarjana keperawatan.
Meski memiliki latar belakang pendidikan di bidang kesehatan, Siti memilih bekerja di sektor lain demi memperoleh penghasilan.
Pada April 2025, Siti melamar pekerjaan di sebuah gerai makanan cepat saji di Gorontalo dan berhasil lolos seleksi dari ratusan pelamar.
Ia kemudian berangkat ke Makassar bersama sembilan orang lainnya untuk mengikuti pelatihan.
“Awalnya ada sekitar sepuluh orang yang berangkat dari Gorontalo untuk training di Makassar. Setelah seleksi, hanya empat orang yang dinyatakan lulus, termasuk anak saya. Enam orang lainnya kembali ke Gorontalo,” kata Hamzah.
Setelah dinyatakan lulus, Siti dipercaya menempati posisi manajer di gerai tersebut. Pada masa awal bekerja, komunikasi dengan keluarga di Gorontalo masih berjalan lancar.
Namun, kondisi mulai berubah ketika Siti bercerita bahwa ada seorang pria yang berniat melamarnya.
Saat itu, Siti menyampaikan kepada keluarga bahwa dirinya belum siap menikah dan ingin fokus membangun karier.
“Dia bilang ada laki-laki yang ingin melamar dan bahkan ingin datang ke Gorontalo. Tapi anak saya bilang ke ibunya, dia baru bekerja dan orang tuanya juga masih sibuk, jadi belum siap untuk menikah,” ujar Hamzah.
Sejak September 2025, komunikasi Siti dengan keluarga mendadak terputus.
Nomor teleponnya tidak lagi aktif dan keberadaannya tidak diketahui, termasuk oleh rekan-rekan kerjanya di Makassar.
Hamzah berharap putrinya dalam keadaan selamat dan dapat segera memberi kabar.
“Saya cuma ingin tahu anak saya di mana. Kalau dia baik-baik saja, saya ingin dengar langsung. Saya sudah tua, hanya ingin memastikan anak saya selamat,” ucapnya penuh harap.
Bagi masyarakat yang mengetahui informasi terkait keberadaan Siti Sahida Sahari, dapat menghubungi nomor 085166831755.
Sementara itu, Kapolsek Panakkukang Kompol Andi Erma membenarkan adanya laporan tersebut dan menyebut pihaknya telah memberikan bantuan awal.
“Sudah dibantu oleh Bhabin kami untuk menyebarkan foto anaknya ke grup warga Tamamaung,” singkatnya.

