SulawesiPos.com – Sejumlah ruas jalan nasional di Sulawesi Selatan (Sulsel) mengalami kerusakan cukup parah di beberapa titik. Kerusakan tersebut terlihat di jalur Makassar–Maros hingga Pangkep dan Barru yang menjadi salah satu lintasan utama kendaraan.
Lubang besar terlihat menganga di badan jalan. Kondisi ini ditemukan di beberapa ruas seperti Jalan Urip Sumohardjo dan Jalan Perintis Kemerdekaan di Makassar. Kerusakan serupa juga dilaporkan terjadi di Jalan Poros Barru.
Padahal, jalur tersebut merupakan salah satu rute penting yang banyak dilalui masyarakat menjelang mudik Lebaran Idul Fitri 2026.
Pemerintah Target Lubang Ditutup Per Hari Ini
Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sulawesi Selatan Kementerian Pekerjaan Umum, Indra Cahya Kusuma, mengatakan pihaknya menargetkan seluruh lubang di jalan nasional dapat ditutup paling lambat 10 Maret 2026.
Ia menjelaskan bahwa secara umum kondisi jalan nasional di Sulawesi Selatan sebenarnya masih tergolong baik. Dari total panjang jalan nasional sekitar 1.740 kilometer, tingkat kemantapan jalan telah mencapai 95 persen.
“Secara umum tingkat kemantapan jalan sudah di atas 95 persen,” ujar Indra usai menggelar rapat di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan bersama Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, Senin (9/3/2026).
Meski begitu, ia mengakui masih ada beberapa ruas jalan yang membutuhkan penanganan khusus, terutama di jalur Makassar menuju Maros hingga Pangkep.
Jelang Mudik Lebaran 2026, Jalan Rusak di Sulsel Ditangani Tim Khusus dengan Aspal Dingin
Ia menjelaskan penanganan jalan di kawasan tersebut berada di bawah tiga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.
“Beberapa waktu lalu memang banyak muncul lubang di ruas tersebut. Penyedia jasa saat ini sudah bekerja menutup lubang-lubang itu dan kami targetkan paling lambat tanggal 10 Maret sudah tertutup,” jelasnya.
Perbaikan Jalan Terhambat Cuaca Ekstrem
Proses perbaikan jalan tidak berjalan tanpa hambatan. Salah satu kendala utama yang dihadapi adalah kondisi cuaca ekstrem.
Berdasarkan peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Sulawesi Selatan diperkirakan akan mengalami hujan lebat hingga sangat lebat pada 10 hingga 12 Maret 2026.
Beberapa wilayah yang berpotensi terdampak antara lain Kota Makassar, Kabupaten Maros, Pangkep, Gowa, dan Barru. Intensitas hujan diperkirakan mencapai 50 hingga 100 milimeter per hari.
“Cuaca ekstrem ini bisa mempercepat kerusakan jalan dan memunculkan lubang-lubang baru,” katanya.
Selain faktor cuaca, kerusakan jalan juga dipicu oleh tingginya jumlah kendaraan dengan muatan berlebih yang melintas di jalur tersebut.
Data dari Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) menunjukkan rata-rata sekitar 300 truk dengan kondisi over dimension over load (ODOL) melintas setiap hari.
Kendaraan dengan dimensi dan muatan berlebih tersebut mempercepat kerusakan jalan, khususnya di jalur yang menjadi lintasan utama kendaraan logistik.
“Ini kombinasi antara cuaca ekstrem dan kendaraan berat yang menyebabkan lubang-lubang baru muncul,” ujarnya.
17 Posko Disiapkan di Ruas Jalan Nasional
Untuk mengantisipasi situasi darurat selama arus mudik, BBPJN Sulsel menyiapkan 17 posko di sepanjang ruas jalan nasional.
Posko tersebut dilengkapi material penutup lubang sementara, kendaraan operasional, hingga alat berat untuk mendukung penanganan cepat di lapangan.
Sebanyak 67 unit alat berat seperti ekskavator, motor grader, dan dump truck juga disiagakan di sepanjang jalur nasional guna mengantisipasi potensi longsor maupun kerusakan jalan secara mendadak.
Selain itu, tim juga menyiapkan material tambalan cepat seperti aspal dingin untuk menutup lubang yang muncul secara tiba-tiba selama masa mudik.
Namun, Indra mengakui daya tahan aspal dingin tidak sekuat aspal hotmix, terutama saat digunakan di tengah hujan deras dan dilalui kendaraan berat.
“Kalau kondisi darurat tetap kita tutup dengan tambalan cepat agar jalan tetap fungsional dilalui pemudik,” sebutnya.
Pemprov Prediksi Pergerakan Mudik Naik 20%
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menyebutkan bahwa pemerintah provinsi memprediksi lonjakan pergerakan pemudik sekitar 20 persen dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 4,5 juta orang.
Pada tahun ini, jumlah pemudik diperkirakan berada di kisaran 5 juta hingga 6,1 juta orang.
Dari total tersebut, sekitar 3,9 juta orang diproyeksikan melakukan perjalanan melalui jalur darat, 1,6 juta orang melalui jalur udara, dan sekitar 385 ribu orang melalui jalur laut.
Adapun jumlah kendaraan yang diperkirakan bergerak mencapai 4,5 juta sepeda motor dan 634 ribu mobil.
“Potensi puncak arus mudik diperkirakan sekitar 38 ribu orang per hari,” kata Andi Sudirman.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan juga menyiapkan program mudik gratis berupa bus untuk penumpang serta truk pengangkut sepeda motor.
Program ini diharapkan dapat mengurangi risiko kecelakaan, khususnya bagi pemudik yang menempuh perjalanan jarak jauh seperti menuju Masamba dan wilayah utara Sulsel lainnya.
Dengan sepeda motor diangkut menggunakan truk sementara penumpangnya menggunakan bus, diharapkan tingkat kelelahan pengendara dapat ditekan.
Selain itu, pembatasan kendaraan besar juga akan diberlakukan mulai H-5 Lebaran.
Kebijakan tersebut tertuang dalam surat keputusan bersama antara Kementerian Perhubungan, Kepolisian, dan Kementerian Pekerjaan Umum.
Pembatasan tersebut akan berlaku mulai 13 hingga 29 Maret, dengan pengecualian bagi kendaraan pengangkut BBM, logistik bencana, dan bahan pokok.

