30 C
Makassar
6 March 2026, 15:37 PM WITA

Iptu N Tersangka Penembakan Remaja di Makassar: Pernah Viral Selamatkan Korban Penculikan-Penghafal Qur’an

SulawesiPos.com – Kasus penembakan seorang remaja di Makassar yang melibatkan oknum polisi berinisial Iptu N kini menjadi perhatian publik. Peristiwa tersebut menimbulkan sorotan luas setelah korban meninggal dunia dalam insiden yang terjadi saat aparat membubarkan kerumunan remaja.

Pada Rabu (4/3/2026), pihak kepolisian secara resmi meningkatkan penanganan kasus ini ke tahap penyidikan. Dalam proses tersebut, polisi juga menetapkan Iptu N, yang diketahui bernama Iptu Nasrullah, sebagai tersangka.

Kapolrestabes Makassar, Kombes Arya Perdana, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen mengusut kasus tersebut secara terbuka dan transparan.

“Dalam tahap penyidikan tindak pidana umum, perkara ini sudah kami naikkan ke tahap penyidikan dan yang bersangkutan, Iptu N, telah ditetapkan sebagai tersangka,” ujar Kombes Arya Perdana.

Insiden penembakan itu terjadi di Jalan Toddopuli Raya, Kecamatan Panakkukang, ketika polisi berupaya membubarkan sekelompok remaja yang terlibat permainan perang-perangan menggunakan senjata mainan berpeluru jeli.

Berdasarkan penjelasan polisi, korban sempat melakukan perlawanan saat hendak diamankan oleh petugas di lokasi kejadian.

“Ketika meronta, pistol yang masih dipegang oleh Iptu N itu meletus dengan tidak sengaja terkena bagian tubuh belakang (korban),” beber Arya menjelaskan kronologi kejadian.

Pernah Viral Selamatkan Korban Penculikan

Sebelum terseret dalam kasus ini, nama Iptu Nasrullah sempat dikenal publik karena terlibat dalam pengungkapan kasus penculikan anak yang sempat menghebohkan masyarakat Makassar.

Ia menjadi bagian dari tim yang berhasil menyelamatkan Bilqis Ramdhani (4), bocah yang diculik dari Taman Pakui Sayang pada November 2025 lalu.

Saat itu, Iptu Nasrullah menjabat sebagai Kanit Reskrim Polsek Panakkukang dan ikut dalam tim pencarian yang akhirnya menemukan korban dalam keadaan selamat di Jambi setelah sekitar sepekan dinyatakan hilang.

Atas keberhasilan tersebut, Pemerintah Kota Makassar memberikan penghargaan kepada tim yang terlibat, termasuk AKP Hamka, Ipda Supriadi Gaffar, Bripka Megawan Parante, dan Briptu Muh Arif.

Polisi Bergelar Doktor dan Hafal Al-Qur’an

Selain dikenal aktif dalam penegakan hukum, Iptu Nasrullah juga memiliki latar belakang akademik yang menonjol. Ia tercatat sebagai lulusan doktor Ilmu Hukum dari Universitas Hasanuddin.

Pada Juli 2025, ia berhasil mempertahankan disertasi berjudul “Urgensitas Digital Forensik pada Tahap Penyidikan Tindak Pidana Elektronik”.

“Ini merupakan bagian dari tanggung jawab saya sebagai penyidik dalam menjawab tantangan kejahatan siber yang terus berkembang. Ilmu ini saya dedikasikan untuk institusi dan masyarakat,” ujar Dr. Nasrullah kala itu.

Iptu Nasrullah lahir di Jeneponto pada 21 Juni 1987. Ia diketahui menempuh pendidikan di MA Pesantren Tarbiyah Takalar dan Akademi Keperawatan Mappaodang sebelum melanjutkan studi hingga meraih gelar doktor di Universitas Hasanuddin.

Dalam perjalanan kariernya di kepolisian, ia pernah bertugas di Ditsamapta Polda Sulsel, Biddokkes, serta bergabung dalam misi perdamaian PBB di Sudan melalui pasukan UNAMID.

Selain itu, ia juga pernah menerima penghargaan Satyalencana Bhakti Buana pada tahun 2013. Saat ini, proses hukum terhadap Iptu N terus berjalan untuk memastikan keadilan bagi keluarga korban remaja yang meninggal dalam insiden tersebut.

SulawesiPos.com – Kasus penembakan seorang remaja di Makassar yang melibatkan oknum polisi berinisial Iptu N kini menjadi perhatian publik. Peristiwa tersebut menimbulkan sorotan luas setelah korban meninggal dunia dalam insiden yang terjadi saat aparat membubarkan kerumunan remaja.

Pada Rabu (4/3/2026), pihak kepolisian secara resmi meningkatkan penanganan kasus ini ke tahap penyidikan. Dalam proses tersebut, polisi juga menetapkan Iptu N, yang diketahui bernama Iptu Nasrullah, sebagai tersangka.

Kapolrestabes Makassar, Kombes Arya Perdana, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen mengusut kasus tersebut secara terbuka dan transparan.

“Dalam tahap penyidikan tindak pidana umum, perkara ini sudah kami naikkan ke tahap penyidikan dan yang bersangkutan, Iptu N, telah ditetapkan sebagai tersangka,” ujar Kombes Arya Perdana.

Insiden penembakan itu terjadi di Jalan Toddopuli Raya, Kecamatan Panakkukang, ketika polisi berupaya membubarkan sekelompok remaja yang terlibat permainan perang-perangan menggunakan senjata mainan berpeluru jeli.

Berdasarkan penjelasan polisi, korban sempat melakukan perlawanan saat hendak diamankan oleh petugas di lokasi kejadian.

“Ketika meronta, pistol yang masih dipegang oleh Iptu N itu meletus dengan tidak sengaja terkena bagian tubuh belakang (korban),” beber Arya menjelaskan kronologi kejadian.

Pernah Viral Selamatkan Korban Penculikan

Sebelum terseret dalam kasus ini, nama Iptu Nasrullah sempat dikenal publik karena terlibat dalam pengungkapan kasus penculikan anak yang sempat menghebohkan masyarakat Makassar.

Ia menjadi bagian dari tim yang berhasil menyelamatkan Bilqis Ramdhani (4), bocah yang diculik dari Taman Pakui Sayang pada November 2025 lalu.

Saat itu, Iptu Nasrullah menjabat sebagai Kanit Reskrim Polsek Panakkukang dan ikut dalam tim pencarian yang akhirnya menemukan korban dalam keadaan selamat di Jambi setelah sekitar sepekan dinyatakan hilang.

Atas keberhasilan tersebut, Pemerintah Kota Makassar memberikan penghargaan kepada tim yang terlibat, termasuk AKP Hamka, Ipda Supriadi Gaffar, Bripka Megawan Parante, dan Briptu Muh Arif.

Polisi Bergelar Doktor dan Hafal Al-Qur’an

Selain dikenal aktif dalam penegakan hukum, Iptu Nasrullah juga memiliki latar belakang akademik yang menonjol. Ia tercatat sebagai lulusan doktor Ilmu Hukum dari Universitas Hasanuddin.

Pada Juli 2025, ia berhasil mempertahankan disertasi berjudul “Urgensitas Digital Forensik pada Tahap Penyidikan Tindak Pidana Elektronik”.

“Ini merupakan bagian dari tanggung jawab saya sebagai penyidik dalam menjawab tantangan kejahatan siber yang terus berkembang. Ilmu ini saya dedikasikan untuk institusi dan masyarakat,” ujar Dr. Nasrullah kala itu.

Iptu Nasrullah lahir di Jeneponto pada 21 Juni 1987. Ia diketahui menempuh pendidikan di MA Pesantren Tarbiyah Takalar dan Akademi Keperawatan Mappaodang sebelum melanjutkan studi hingga meraih gelar doktor di Universitas Hasanuddin.

Dalam perjalanan kariernya di kepolisian, ia pernah bertugas di Ditsamapta Polda Sulsel, Biddokkes, serta bergabung dalam misi perdamaian PBB di Sudan melalui pasukan UNAMID.

Selain itu, ia juga pernah menerima penghargaan Satyalencana Bhakti Buana pada tahun 2013. Saat ini, proses hukum terhadap Iptu N terus berjalan untuk memastikan keadilan bagi keluarga korban remaja yang meninggal dalam insiden tersebut.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/