Hujan Lebat Guyur Makassar, Air Bendungan Bili-Bili Masih Jauh dari Batas Waspada

iOverview

  • Hujan dengan intensitas tinggi di Makassar memicu genangan di sejumlah wilayah.
  • Kondisi tinggi muka air (TMA) Bendungan Bili-Bili masih berada di bawah level normal dan jauh dari batas waspada meski curah hujan tinggi.
  • Masyarakat tetap diminta waspada selama musim hujan terutama yang tinggal di kawasan rawan banjir dan daerah hilir Sungai Jeneberang.

SulawesiPos.com – Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Kota Makassar pada Jumat, 13 Februari 2026 memicu genangan di sejumlah wilayah.

Demikian juga di hulu Sungai Jeneberang, Kabupaten Gowa, hujan dengan intensitas tinggi juga menerpa.

Dua kondisi itu bisa menjadi potensi banjir di Kota Makassar. Satunya dari air hujan yang menggenang, satunya lagi dari limpahan air dari Sungai Jeneberang.

Meski demikian, pantauan pada Jumat menunjukkan kondisi di Kota Makassar relatif terkendali dari banjir.

Sedangkan dari Bendungan Bili-Bili dilaporkan, kondisi tinggi muka air (TMA) masih aman dan berada di bawah level normal, bahkan jauh dari batas waspada.

BACA JUGA: 
Prakiraan BMKG 24 Februari: Hujan Merata di Sulsel, Intensitas Meningkat Siang Hari

Laporan Dam Control Office (DCO) Bendungan Bili-Bili pada pukul 16.00 Wita mencatat, elevasi muka air berada di angka 95,43 meter di atas permukaan laut (mdpl) dengan volume tampungan 200,166 juta meter kubik.

Angka tersebut terbilang cukup rendah jika dibanding kondisi normal bendungan yang berada pada elevasi 99,50 mdpl dengan volume air sekitar 243,840 juta meter kubik.

Kepala DCO Bendungan Bili-Bili, Abdul Razak Basolle menjelaskan, adapun ambang batas kewaspadaan Bendungan Bili-Bili berada pada elevasi 101.70 mdpl.

Status siaga sendiri ditetapkan di level 102,60 mdpl, status awas berada pada elevasi 103,30 mdpl, sedangkan puncak bendungan berada di ketinggal 106,00 mdpl.

iOverview

  • Hujan dengan intensitas tinggi di Makassar memicu genangan di sejumlah wilayah.
  • Kondisi tinggi muka air (TMA) Bendungan Bili-Bili masih berada di bawah level normal dan jauh dari batas waspada meski curah hujan tinggi.
  • Masyarakat tetap diminta waspada selama musim hujan terutama yang tinggal di kawasan rawan banjir dan daerah hilir Sungai Jeneberang.

SulawesiPos.com – Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Kota Makassar pada Jumat, 13 Februari 2026 memicu genangan di sejumlah wilayah.

Demikian juga di hulu Sungai Jeneberang, Kabupaten Gowa, hujan dengan intensitas tinggi juga menerpa.

Dua kondisi itu bisa menjadi potensi banjir di Kota Makassar. Satunya dari air hujan yang menggenang, satunya lagi dari limpahan air dari Sungai Jeneberang.

Meski demikian, pantauan pada Jumat menunjukkan kondisi di Kota Makassar relatif terkendali dari banjir.

Sedangkan dari Bendungan Bili-Bili dilaporkan, kondisi tinggi muka air (TMA) masih aman dan berada di bawah level normal, bahkan jauh dari batas waspada.

BACA JUGA: 
Prakiraan BMKG 24 Februari: Hujan Merata di Sulsel, Intensitas Meningkat Siang Hari

Laporan Dam Control Office (DCO) Bendungan Bili-Bili pada pukul 16.00 Wita mencatat, elevasi muka air berada di angka 95,43 meter di atas permukaan laut (mdpl) dengan volume tampungan 200,166 juta meter kubik.

Angka tersebut terbilang cukup rendah jika dibanding kondisi normal bendungan yang berada pada elevasi 99,50 mdpl dengan volume air sekitar 243,840 juta meter kubik.

Kepala DCO Bendungan Bili-Bili, Abdul Razak Basolle menjelaskan, adapun ambang batas kewaspadaan Bendungan Bili-Bili berada pada elevasi 101.70 mdpl.

Status siaga sendiri ditetapkan di level 102,60 mdpl, status awas berada pada elevasi 103,30 mdpl, sedangkan puncak bendungan berada di ketinggal 106,00 mdpl.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru