Overview
- Penertiban lapak PKL di kawasan Pasar Tello, Makassar, dilakukan sebagai bagian dari penataan kota dan pengembalian fungsi ruang publik.
- Meski memicu keluhan pedagang, pemerintah memastikan sejumlah wilayah telah menyiapkan opsi relokasi bagi PKL terdampak.
- Relokasi menjadi tantangan tersendiri di tengah keterbatasan lahan milik pemerintah.
SulawesiPos.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama Pemerintah Kota Makassar melakukan penertiban lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) di sekitar Pasar Tello, (Belakang PLTU Tello), Jumat (06/02/2026).
Penertiban ini merupakan bagian dari fokus Pemerintah Kota Makassar untuk menciptakan kota yang rapi, tertata, serta mengembalikan ruang publik ke fungsi semestinya.
Penertiban dilakukan karena puluhan kios yang telah berdiri lebih dari 20 tahun diketahui menempati lahan milik PDAM Makassar.
Dari total kios yang ada, sekitar setengahnya diratakan karena berdiri di atas lahan PDAM.
Sementara itu, kios lainnya belum dibongkar karena berada di luar lahan PDAM dan memiliki alas hak atau rincian tanah sendiri.
Meski demikian, Pemerintah Kota Makassar menegaskan seluruh lapak tetap akan dibersihkan dan dibongkar apabila melanggar aturan sempadan sungai.

