Bahkan, saat berada di sekitar lokasi, terdengar beberapa kali runtuhan tanah disertai getaran yang terasa hingga radius puluhan meter.
“Tadi pas kita ke sana kan ada terasa gempa, ya berarti area disitu tidak 100 persen secure (aman) gitu, jadi di bawah ini masih ada pergerakan air,” ujarnya.
Arahan Presiden dan Temuan Teknis Geologi
Dody menegaskan penanganan longsoran ini akan dilakukan secara menyeluruh sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto yang disampaikan melalui Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Pemerintah diminta tidak hanya melakukan perbaikan sementara, tetapi solusi jangka panjang yang mempertimbangkan aspek geologi dan keselamatan masyarakat.
“Arahan dari Pak Presiden juga melalui Seskab agar penanganannya (longsoran tanah di Aceh Tengah) bersifat komprehensif,” tegasnya.
Data Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh mencatat, luas area longsor yang pada 2021 sekitar 20.199 meter persegi kini telah membesar hingga mendekati 30 ribu meter persegi.
Peningkatan luasan ini menunjukkan adanya pergerakan tanah aktif dalam beberapa tahun terakhir.
Badan Geologi Kementerian ESDM menjelaskan, fenomena tersebut dipicu oleh karakter batuan yang mudah terlepas saat jenuh air, kemiringan lereng yang curam, serta sistem drainase yang menyebabkan ketidakstabilan lereng.
Hasil analisis awal menyimpulkan peristiwa ini bukan sinkhole, melainkan erosi bawah permukaan atau piping erosion.

