24 C
Makassar
3 February 2026, 5:06 AM WITA

Jose Mourinho di Usia 63: Maestro Turnamen yang Mengubah Peta Kekuatan Klub Elit Eropa

Overview

  • Memasuki usia 63 tahun, José Mourinho kembali menjadi pusat perhatian sepak bola Eropa.
  • Pelatih asal Portugal itu kini memulai babak baru kariernya bersama Benfica, klub raksasa tanah kelahirannya.
  • Dikenal sebagai arsitek mentalitas juara, Mourinho mencatat rekor luar biasa di Eropa dengan 5 trofi dari 6 final kompetisi UEFA, sekaligus menjadi satu-satunya pelatih yang menjuarai tiga level kompetisi UEFA bersama klub berbeda.
  • Dari Porto hingga AS Roma, Mourinho identik dengan transformasi tim underdog menjadi juara.
  • Kini di Benfica, publik menanti apakah “The Special One” mampu mengulang kejayaan Eropa di Portugal.

SulawesiPos.com – Memasuki usia 63 tahun, José Mourinho tetap menjadi topik paling hangat di jagat sepak bola.

Jika pelatih lain membangun filosofi permainan yang indah, Mourinho membangun sesuatu yang lebih konkret: Mentalitas Juara.

Melalui data terbaru, terlihat jelas bagaimana pria asal Portugal ini mengubah klub “underdog” menjadi penguasa benua.

Dominasi di Kompetisi UEFA: 6 Final, 5 Kemenangan

Salah satu statistik paling mencolok dari karier Mourinho adalah efektivitasnya di partai puncak. Dari 6 final kompetisi Eropa yang ia jalani, ia berhasil membawa pulang 5 trofi.

Baca Juga: 
Prakiraan Cuaca Makassar Hari Ini: Cerah Berawan Sepanjang Hari

Ia adalah arsitek pertama yang mampu menaklukkan tiga kasta kompetisi UEFA yang berbeda.

Rekor ini menunjukkan fleksibilitas taktik Mourinho yang mampu beradaptasi dengan materi pemain di berbagai level—mulai dari skuad bertabur bintang di Real Madrid hingga skuad yang dianggap “kurang kompetitif” seperti AS Roma di panggung Eropa.

Perbandingan Kesuksesan di Berbagai Negara

Melihat infografis perjalanannya, terlihat pola unik di mana Mourinho selalu meninggalkan jejak emas:

  1. Era Pembangunan (Porto & Chelsea): Di sini Mourinho membangun fondasi sebagai pelatih muda paling berbahaya. 8 trofi bersama Chelsea menjadikannya manajer tersukses sepanjang masa klub tersebut.
  2. Era Puncak (Inter Milan): Pencapaian Treble Winners 2010 tetap menjadi standar emas bagi pelatih manapun di Italia.
  3. Era Tantangan Baru (Man United & Roma): Meski sering dikritik, ia membuktikan bahwa ia tetap bisa memenangkan trofi besar (Europa League & Conference League) di tengah tekanan media yang masif.

“Banyak pelatih hebat tidak pernah memenangkan trofi Eropa. Mourinho memenangkannya bersama empat klub berbeda. Itu bukan kebetulan, itu adalah desain taktik,” tulis pengamat sepak bola dalam unggahan viral baru-baru ini.

Baca Juga: 
Perselisihan Akibat Utang Berujung Maut di Makassar

Overview

  • Memasuki usia 63 tahun, José Mourinho kembali menjadi pusat perhatian sepak bola Eropa.
  • Pelatih asal Portugal itu kini memulai babak baru kariernya bersama Benfica, klub raksasa tanah kelahirannya.
  • Dikenal sebagai arsitek mentalitas juara, Mourinho mencatat rekor luar biasa di Eropa dengan 5 trofi dari 6 final kompetisi UEFA, sekaligus menjadi satu-satunya pelatih yang menjuarai tiga level kompetisi UEFA bersama klub berbeda.
  • Dari Porto hingga AS Roma, Mourinho identik dengan transformasi tim underdog menjadi juara.
  • Kini di Benfica, publik menanti apakah “The Special One” mampu mengulang kejayaan Eropa di Portugal.

SulawesiPos.com – Memasuki usia 63 tahun, José Mourinho tetap menjadi topik paling hangat di jagat sepak bola.

Jika pelatih lain membangun filosofi permainan yang indah, Mourinho membangun sesuatu yang lebih konkret: Mentalitas Juara.

Melalui data terbaru, terlihat jelas bagaimana pria asal Portugal ini mengubah klub “underdog” menjadi penguasa benua.

Dominasi di Kompetisi UEFA: 6 Final, 5 Kemenangan

Salah satu statistik paling mencolok dari karier Mourinho adalah efektivitasnya di partai puncak. Dari 6 final kompetisi Eropa yang ia jalani, ia berhasil membawa pulang 5 trofi.

Baca Juga: 
Prakiraan Cuaca Makassar 2 Februari 2026: Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Seharian

Ia adalah arsitek pertama yang mampu menaklukkan tiga kasta kompetisi UEFA yang berbeda.

Rekor ini menunjukkan fleksibilitas taktik Mourinho yang mampu beradaptasi dengan materi pemain di berbagai level—mulai dari skuad bertabur bintang di Real Madrid hingga skuad yang dianggap “kurang kompetitif” seperti AS Roma di panggung Eropa.

Perbandingan Kesuksesan di Berbagai Negara

Melihat infografis perjalanannya, terlihat pola unik di mana Mourinho selalu meninggalkan jejak emas:

  1. Era Pembangunan (Porto & Chelsea): Di sini Mourinho membangun fondasi sebagai pelatih muda paling berbahaya. 8 trofi bersama Chelsea menjadikannya manajer tersukses sepanjang masa klub tersebut.
  2. Era Puncak (Inter Milan): Pencapaian Treble Winners 2010 tetap menjadi standar emas bagi pelatih manapun di Italia.
  3. Era Tantangan Baru (Man United & Roma): Meski sering dikritik, ia membuktikan bahwa ia tetap bisa memenangkan trofi besar (Europa League & Conference League) di tengah tekanan media yang masif.

“Banyak pelatih hebat tidak pernah memenangkan trofi Eropa. Mourinho memenangkannya bersama empat klub berbeda. Itu bukan kebetulan, itu adalah desain taktik,” tulis pengamat sepak bola dalam unggahan viral baru-baru ini.

Baca Juga: 
Polisi Hentikan Kasus Dugaan Pelecehan Rektor Nonaktif UNM, Pelapor Tak Menyerah

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/