Terminal Bayangan Hambat Kebangkitan Terminal Daya, Integrasi Transportasi dan Ekonomi Jadi Kunci

Namun, karena proses naik-turun penumpang berlangsung di luar kawasan terminal, potensi ekonomi tersebut tidak terserap.

“Kalau 2.000–3.000 orang menunggu di dalam, maka mereka akan belanja, ke toilet, beli minuman, makanan, rokok, dan lainnya. UMKM akan tumbuh,” tuturnya.

“Tapi sekarang, karena semua dilakukan di luar, penumpang hanya lewat. Terminal sepi, ekonomi tidak bergerak,” lanjutnya.

Secara infrastruktur, Terminal Daya memiliki kapasitas yang memadai untuk menampung banyak armada PO, sekaligus terintegrasi dengan moda transportasi lain seperti pete-pete, ojek, dan kendaraan berbasis aplikasi.

Dengan konsep integrasi tersebut, terminal dinilai berpeluang besar menjadi pusat mobilitas sekaligus pusat ekonomi baru.

Sebelumnya, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin juga menegaskan pentingnya pengelolaan terminal yang tertib, terintegrasi, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Terminal, menurutnya, harus mendukung wajah kota yang lebih tertata dan modern.

Munafri meminta agar seluruh skema pengelolaan terminal disusun secara terukur dan berlandaskan hukum yang kuat.

“Semua proses kita lakukan dengan dasar hukum yang kuat dan melalui koordinasi lintas perangkat daerah,” ujar Munafri.

Ia berharap langkah-langkah tersebut dapat membuat seluruh terminal di Makassar berfungsi optimal, mendukung sistem transportasi perkotaan, serta berkontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi dan kualitas lingkungan kota.

Namun, karena proses naik-turun penumpang berlangsung di luar kawasan terminal, potensi ekonomi tersebut tidak terserap.

“Kalau 2.000–3.000 orang menunggu di dalam, maka mereka akan belanja, ke toilet, beli minuman, makanan, rokok, dan lainnya. UMKM akan tumbuh,” tuturnya.

“Tapi sekarang, karena semua dilakukan di luar, penumpang hanya lewat. Terminal sepi, ekonomi tidak bergerak,” lanjutnya.

Secara infrastruktur, Terminal Daya memiliki kapasitas yang memadai untuk menampung banyak armada PO, sekaligus terintegrasi dengan moda transportasi lain seperti pete-pete, ojek, dan kendaraan berbasis aplikasi.

Dengan konsep integrasi tersebut, terminal dinilai berpeluang besar menjadi pusat mobilitas sekaligus pusat ekonomi baru.

Sebelumnya, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin juga menegaskan pentingnya pengelolaan terminal yang tertib, terintegrasi, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Terminal, menurutnya, harus mendukung wajah kota yang lebih tertata dan modern.

Munafri meminta agar seluruh skema pengelolaan terminal disusun secara terukur dan berlandaskan hukum yang kuat.

“Semua proses kita lakukan dengan dasar hukum yang kuat dan melalui koordinasi lintas perangkat daerah,” ujar Munafri.

Ia berharap langkah-langkah tersebut dapat membuat seluruh terminal di Makassar berfungsi optimal, mendukung sistem transportasi perkotaan, serta berkontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi dan kualitas lingkungan kota.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru