Overview
- Terminal bayangan di Jalan Perintis Kemerdekaan dinilai menjadi penyebab utama sepinya aktivitas di Terminal Regional Daya Makassar.
- Direktur Utama Perumda Terminal Makassar Metro menegaskan lemahnya penegakan regulasi dan kolaborasi antarinstansi membuat terminal resmi tidak berfungsi optimal.
- Potensi ekonomi ribuan penumpang per hari belum tergarap karena aktivitas naik-turun bus masih berlangsung di luar kawasan terminal.
SulawesiPos.com – Keberadaan terminal bayangan yang menjamur di sepanjang Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, dinilai menjadi penghambat utama optimalisasi Terminal Regional Daya sebagai simpul transportasi resmi.
Kondisi ini membuat banyak perusahaan otobus (PO) dan penumpang memilih naik dan turun di titik-titik tidak resmi, sehingga aktivitas di dalam terminal justru minim.
Situasi tersebut berdampak langsung pada sepinya operasional Terminal Daya dan berujung pada tidak maksimalnya potensi pendapatan daerah dari sektor transportasi darat.
Direktur Utama Perumda Terminal Makassar Metro, Elber Makbul Amin, menilai persoalan ini tidak lepas dari dua faktor krusial yang belum berjalan beriringan.
“Kalau kita bicara kenapa terminal ini bisa mati suri, ada dua kata kunci, regulasi dan kolaborasi,” ucap Elber Makbul Amin, Minggu (25/1/2026).
Menurut Elber, ketentuan mengenai operasional angkutan antar kota antar provinsi (AKAP) maupun antar kota dalam provinsi (AKDP) sejatinya telah diatur secara jelas dalam peraturan perundang-undangan.
Namun, pelaksanaan aturan tersebut di lapangan belum sepenuhnya konsisten.
Selain regulasi, aspek kolaborasi antarinstansi juga dinilai belum berjalan optimal. Terminal, kata dia, membutuhkan dukungan lintas lembaga agar fungsi dan perannya kembali maksimal.
“Kalau dua itu berjalan, insyaallah terminal bisa hidup kembali,” tegasnya.

