Teknisi Indonesia Air Transport Selamat dari Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 karena Izin Ibadah

Overview

  • Teknisi ATR 42-500, Franky D Tanamal, selamat dari kecelakaan pesawat meski namanya tercantum di manifes penumpang.
  • Franky tidak ikut terbang karena izin menjalankan pelayanan ibadah di gereja, yang menurut rekannya merupakan “cara Tuhan tidak terselami”.
  • Pencarian di lokasi jatuhnya pesawat di Gunung Bulusaraung masih berlangsung, dengan medan terjal dan cuaca buruk menjadi tantangan bagi 1.200 personel SAR.

SulawesiPos.com – Dalam tragedi jatuhnya pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, seorang teknisi berhasil selamat meski namanya tercantum dalam daftar penumpang.

Franky D Tanamal, teknisi pesawat, seharusnya ikut dalam penerbangan rute Yogyakarta–Makassar pada Sabtu (17/1/2026).

Namun, ia tidak berada di dalam pesawat saat insiden terjadi, sehingga nyawanya terselamatkan.

Keputusan Franky untuk tidak ikut terbang diungkap oleh rekannya, Rumoton Sitanggang.

“Kebetulan teknisinya teman saya yang luput dari musibah ini. Ia izin ke komandannya tidak ikut terbang karena ada pelayanan di gereja saat itu,” ujar Rumoton.

BACA JUGA: 
Menembus Lereng Bulusaraung, Jenazah Korban ATR 42-500 Akhirnya Tiba di Maros

Rumoton juga membagikan rasa syukurnya melalui media sosial Gemilang Jaya Ban.

Overview

  • Teknisi ATR 42-500, Franky D Tanamal, selamat dari kecelakaan pesawat meski namanya tercantum di manifes penumpang.
  • Franky tidak ikut terbang karena izin menjalankan pelayanan ibadah di gereja, yang menurut rekannya merupakan “cara Tuhan tidak terselami”.
  • Pencarian di lokasi jatuhnya pesawat di Gunung Bulusaraung masih berlangsung, dengan medan terjal dan cuaca buruk menjadi tantangan bagi 1.200 personel SAR.

SulawesiPos.com – Dalam tragedi jatuhnya pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, seorang teknisi berhasil selamat meski namanya tercantum dalam daftar penumpang.

Franky D Tanamal, teknisi pesawat, seharusnya ikut dalam penerbangan rute Yogyakarta–Makassar pada Sabtu (17/1/2026).

Namun, ia tidak berada di dalam pesawat saat insiden terjadi, sehingga nyawanya terselamatkan.

Keputusan Franky untuk tidak ikut terbang diungkap oleh rekannya, Rumoton Sitanggang.

“Kebetulan teknisinya teman saya yang luput dari musibah ini. Ia izin ke komandannya tidak ikut terbang karena ada pelayanan di gereja saat itu,” ujar Rumoton.

BACA JUGA: 
Agam Rinjani Siap Bantu Operasi SAR Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung

Rumoton juga membagikan rasa syukurnya melalui media sosial Gemilang Jaya Ban.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru