27 C
Makassar
18 January 2026, 19:11 PM WITA

Demo Pemekaran Luwu Raya Ricuh di Kantor Gubernur Sulsel, 7 Personel Satpol PP Terluka

Namun, situasi memanas setelah salah satu peserta aksi terjatuh saat memanjat pagar dan disalahartikan sebagai tindakan kekerasan oleh petugas.

“Tidak ada dipukul. Hanya saja mereka terpancing sehingga memulai pelemparan batu. Banyak teman kami jadi korban. Kami tidak siap dengan posisi dilempari, dan tidak menggunakan perlengkapan safety, perlindungan tidak ada,” lanjutnya.

Akibat lemparan tersebut, tujuh personel Satpol PP mengalami luka di bagian wajah dan kepala, bahkan beberapa di antaranya harus mendapatkan jahitan. Meski demikian, seluruh korban telah memperoleh penanganan medis.

Arwin menegaskan, dalam pengamanan aksi tersebut, personelnya tidak dibekali perlengkapan pengaman yang memadai dan berada dalam posisi bertahan.

Untuk mengendalikan situasi agar tidak semakin meluas, aparat Dalmas akhirnya dikerahkan untuk membubarkan massa.

Ia juga menyebutkan bahwa Pemerintah Provinsi Sulsel melalui Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) sebenarnya telah menyiapkan perwakilan untuk menerima aspirasi mahasiswa. Namun, massa aksi menolak dan bersikeras ingin bertemu langsung dengan gubernur.

Sementara itu, salah seorang personel Satpol PP yang menjadi korban, Zulkarnain, mengaku tidak mengetahui secara pasti awal mula lemparan batu tersebut. Ia menegaskan pihaknya tidak melakukan perlawanan dengan melempar balik ke arah massa.

Baca Juga: 
Gubernur Sulsel Terima Satyalancana Wira Karya dari Presiden, Apresiasi Kontribusi Sulsel di Sektor Pertanian

“Kita tidak melakukan pelemparan karena ditakutkan masyarakat di luar kena. Makanya kita cuma pukul mundur, bertahan saja. Ada batu kita menghindar, jadi dia (pendemo) leluasa melempar masuk. Kita bertahan terus, akhirnya saya kena (batu),” tuturnya.

Namun, situasi memanas setelah salah satu peserta aksi terjatuh saat memanjat pagar dan disalahartikan sebagai tindakan kekerasan oleh petugas.

“Tidak ada dipukul. Hanya saja mereka terpancing sehingga memulai pelemparan batu. Banyak teman kami jadi korban. Kami tidak siap dengan posisi dilempari, dan tidak menggunakan perlengkapan safety, perlindungan tidak ada,” lanjutnya.

Akibat lemparan tersebut, tujuh personel Satpol PP mengalami luka di bagian wajah dan kepala, bahkan beberapa di antaranya harus mendapatkan jahitan. Meski demikian, seluruh korban telah memperoleh penanganan medis.

Arwin menegaskan, dalam pengamanan aksi tersebut, personelnya tidak dibekali perlengkapan pengaman yang memadai dan berada dalam posisi bertahan.

Untuk mengendalikan situasi agar tidak semakin meluas, aparat Dalmas akhirnya dikerahkan untuk membubarkan massa.

Ia juga menyebutkan bahwa Pemerintah Provinsi Sulsel melalui Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) sebenarnya telah menyiapkan perwakilan untuk menerima aspirasi mahasiswa. Namun, massa aksi menolak dan bersikeras ingin bertemu langsung dengan gubernur.

Sementara itu, salah seorang personel Satpol PP yang menjadi korban, Zulkarnain, mengaku tidak mengetahui secara pasti awal mula lemparan batu tersebut. Ia menegaskan pihaknya tidak melakukan perlawanan dengan melempar balik ke arah massa.

Baca Juga: 
Dari Mobil Bekas Jadi Armada Penolong, Cara Makassar Percepat Layanan Sosial Warga

“Kita tidak melakukan pelemparan karena ditakutkan masyarakat di luar kena. Makanya kita cuma pukul mundur, bertahan saja. Ada batu kita menghindar, jadi dia (pendemo) leluasa melempar masuk. Kita bertahan terus, akhirnya saya kena (batu),” tuturnya.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/