Unik! Kuda yang Dikenal sebagai Hewan Tunggangan, di Jeneponto Jadi Coto

SulawesiPos.com – Sulawesi Selatan dikenal memiliki beragam kuliner khas yang menggugah selera.

Salah satu yang cukup unik datang dari Kabupaten Jeneponto, yaitu coto kuda, hidangan tradisional yang menggunakan daging kuda sebagai bahan utama.

Jika di sebagian besar daerah coto biasanya menggunakan daging sapi dan jeroan, di Jeneponto justru daging kuda menjadi pilihan utama.

Kuliner ini sudah lama dikenal masyarakat setempat dan menjadi salah satu makanan khas yang banyak dicari wisatawan ketika berkunjung ke daerah tersebut.

Coto dengan Cita Rasa Berbeda

Secara tampilan, coto kuda tidak jauh berbeda dengan coto pada umumnya di Sulawesi Selatan.

Hidangan ini berupa sup dengan kuah gurih yang disajikan bersama potongan daging dan biasanya disantap dengan nasi.

Perbedaannya terletak pada bahan utama yang digunakan. Daging kuda memiliki tekstur yang lebih lembut jika dimasak dengan benar.

Proses memasaknya pun cukup lama, bahkan bisa memakan waktu hingga berjam-jam agar daging menjadi empuk dan bumbu meresap sempurna.

BACA JUGA: 
Resep Pallu Mara Khas Makassar, Ikan Berkuah Kuning Segar yang Wajib Dicoba

Selain coto, masyarakat Jeneponto juga kerap mengolah daging kuda menjadi konro kuda, yakni sup iga dengan kuah kaya rempah yang tak kalah lezat.

Daging Kuda Sudah Lama Dikonsumsi

Bagi sebagian orang, kuda lebih dikenal sebagai hewan tunggangan atau digunakan dalam kegiatan olahraga. Namun di Jeneponto, konsumsi daging kuda sudah menjadi tradisi yang berlangsung sejak lama.

Di daerah ini, kuda mudah ditemui merumput di sekitar perkampungan atau pinggir jalan, sama seperti sapi atau kerbau di daerah lain.

Dalam berbagai acara adat seperti pesta pernikahan atau hajatan keluarga, daging kuda bahkan kerap menjadi menu utama.

Cara memasaknya juga cukup sederhana. Potongan daging biasanya direbus lama hingga empuk, kemudian disajikan bersama kuah yang gurih.

Kaya Nutrisi dan Rendah Lemak

Selain memiliki cita rasa khas, daging kuda juga dikenal memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi.

Daging ini mengandung protein yang baik untuk tubuh serta relatif lebih rendah lemak dibandingkan daging sapi.

BACA JUGA: 
Tara’jong, Jajanan Singkong Khas Sulsel yang Manis dan Renyah

Di dalamnya juga terdapat berbagai mineral seperti potasium yang membantu menjaga fungsi otot, serta kalsium yang baik untuk kesehatan tulang dan gigi.

Kandungan vitamin pada daging kuda juga dipercaya dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh.

Harga dan Tempat Menemukannya

Di Jeneponto, penjual coto kuda cukup mudah ditemukan, terutama di sepanjang jalur utama yang menghubungkan wilayah tersebut dengan Kabupaten Takalar dan Bantaeng.

Harga satu porsi coto kuda umumnya berkisar sekitar Rp30.000, biasanya sudah termasuk nasi.

Sementara coto sapi dijual dengan harga sekitar Rp15.000 hingga Rp25.000, tergantung isi dan porsi yang disajikan.

Kuliner Unik yang Layak Dicoba

Meski terdengar tidak biasa bagi sebagian orang, coto kuda merupakan salah satu kuliner khas yang mencerminkan kekayaan tradisi kuliner masyarakat Jeneponto.

Bagi wisatawan yang ingin mencoba pengalaman kuliner berbeda di Sulawesi Selatan, mencicipi coto kuda bisa menjadi pilihan menarik.

Selain rasanya yang khas, hidangan ini juga menjadi bagian dari identitas kuliner lokal yang sudah diwariskan dari generasi ke generasi.

BACA JUGA: 
Putu Menangis, Si Manis Beruap yang Jadi Ikon Malam Makassar

SulawesiPos.com – Sulawesi Selatan dikenal memiliki beragam kuliner khas yang menggugah selera.

Salah satu yang cukup unik datang dari Kabupaten Jeneponto, yaitu coto kuda, hidangan tradisional yang menggunakan daging kuda sebagai bahan utama.

Jika di sebagian besar daerah coto biasanya menggunakan daging sapi dan jeroan, di Jeneponto justru daging kuda menjadi pilihan utama.

Kuliner ini sudah lama dikenal masyarakat setempat dan menjadi salah satu makanan khas yang banyak dicari wisatawan ketika berkunjung ke daerah tersebut.

Coto dengan Cita Rasa Berbeda

Secara tampilan, coto kuda tidak jauh berbeda dengan coto pada umumnya di Sulawesi Selatan.

Hidangan ini berupa sup dengan kuah gurih yang disajikan bersama potongan daging dan biasanya disantap dengan nasi.

Perbedaannya terletak pada bahan utama yang digunakan. Daging kuda memiliki tekstur yang lebih lembut jika dimasak dengan benar.

Proses memasaknya pun cukup lama, bahkan bisa memakan waktu hingga berjam-jam agar daging menjadi empuk dan bumbu meresap sempurna.

BACA JUGA: 
Menikmati Putu Cangkir, Kue Khas Makassar Berbentuk Unik dan Kaya Cita Rasa

Selain coto, masyarakat Jeneponto juga kerap mengolah daging kuda menjadi konro kuda, yakni sup iga dengan kuah kaya rempah yang tak kalah lezat.

Daging Kuda Sudah Lama Dikonsumsi

Bagi sebagian orang, kuda lebih dikenal sebagai hewan tunggangan atau digunakan dalam kegiatan olahraga. Namun di Jeneponto, konsumsi daging kuda sudah menjadi tradisi yang berlangsung sejak lama.

Di daerah ini, kuda mudah ditemui merumput di sekitar perkampungan atau pinggir jalan, sama seperti sapi atau kerbau di daerah lain.

Dalam berbagai acara adat seperti pesta pernikahan atau hajatan keluarga, daging kuda bahkan kerap menjadi menu utama.

Cara memasaknya juga cukup sederhana. Potongan daging biasanya direbus lama hingga empuk, kemudian disajikan bersama kuah yang gurih.

Kaya Nutrisi dan Rendah Lemak

Selain memiliki cita rasa khas, daging kuda juga dikenal memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi.

Daging ini mengandung protein yang baik untuk tubuh serta relatif lebih rendah lemak dibandingkan daging sapi.

BACA JUGA: 
Guru Mengaji di Jeneponto Ditangkap Polisi atas Dugaan Cabuli Enam Santriwati

Di dalamnya juga terdapat berbagai mineral seperti potasium yang membantu menjaga fungsi otot, serta kalsium yang baik untuk kesehatan tulang dan gigi.

Kandungan vitamin pada daging kuda juga dipercaya dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh.

Harga dan Tempat Menemukannya

Di Jeneponto, penjual coto kuda cukup mudah ditemukan, terutama di sepanjang jalur utama yang menghubungkan wilayah tersebut dengan Kabupaten Takalar dan Bantaeng.

Harga satu porsi coto kuda umumnya berkisar sekitar Rp30.000, biasanya sudah termasuk nasi.

Sementara coto sapi dijual dengan harga sekitar Rp15.000 hingga Rp25.000, tergantung isi dan porsi yang disajikan.

Kuliner Unik yang Layak Dicoba

Meski terdengar tidak biasa bagi sebagian orang, coto kuda merupakan salah satu kuliner khas yang mencerminkan kekayaan tradisi kuliner masyarakat Jeneponto.

Bagi wisatawan yang ingin mencoba pengalaman kuliner berbeda di Sulawesi Selatan, mencicipi coto kuda bisa menjadi pilihan menarik.

Selain rasanya yang khas, hidangan ini juga menjadi bagian dari identitas kuliner lokal yang sudah diwariskan dari generasi ke generasi.

BACA JUGA: 
Viral Video Cekcok Guru Honorer Jeneponto, Posisi Diganti Adik Kepsek Usai Mengabdi 4 Tahun

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru