SulawesiPos.com – Berbuka puasa rasanya belum lengkap tanpa kolak.
Perpaduan santan, gula merah, dan aroma daun pandan selalu berhasil menghadirkan rasa manis yang hangat di tenggorokan setelah seharian menahan lapar dan dahaga.
Di Indonesia, kolak punya banyak variasi. Berikut lima jenis kolak yang paling populer dan selalu jadi favorit saat Ramadan.
1. Kolak Pisang
Kolak pisang adalah varian paling klasik dan hampir selalu ada di meja berbuka. Biasanya menggunakan pisang kepok atau pisang raja karena teksturnya tidak mudah hancur saat dimasak.
Pisang mengandung karbohidrat alami yang membantu mengembalikan energi dengan cepat setelah puasa.
Selain itu, buah ini kaya kalium yang baik untuk menjaga tekanan darah, vitamin B6 untuk metabolisme, serta serat yang membantu pencernaan.
Ciri khas kolak pisang terletak pada kuah santan yang kental berpadu gula merah cair.
Rasa manisnya lembut dengan aroma khas pisang matang yang menggoda. Beberapa orang juga menambahkan kolang-kaling untuk sensasi kenyal yang lebih variatif.
Kolak ini cocok disajikan hangat maupun dingin, tergantung selera.
2. Kolak Ubi
Kolak ubi menawarkan rasa manis alami dari ubi jalar, baik yang berwarna oranye maupun ungu.
Teksturnya lembut dan sedikit padat, sehingga membuat perut terasa lebih kenyang.
Kuah santan yang gurih berpadu dengan potongan ubi yang empuk menciptakan rasa yang seimbang.
Selain lezat, kolak ubi juga kaya serat sehingga baik untuk pencernaan setelah berpuasa seharian.
Ubi mengandung karbohidrat kompleks sebagai sumber energi yang lebih tahan lama. Kandungan beta-karoten pada ubi oranye baik untuk kesehatan mata.
Varian ini cocok untuk kamu yang ingin takjil manis tapi tetap mengenyangkan.
3. Kolak Durian
Buat pencinta durian, kolak durian adalah pilihan yang sulit ditolak.
Daging durian yang lembut dicampur ke dalam kuah santan manis menciptakan rasa legit yang kuat dan aroma khas yang menggoda.
Durian mengandung karbohidrat dan lemak alami yang menjadi sumber energi, serta vitamin C dan kalium yang baik untuk tubuh.
Meski bernutrisi, kolak durian sebaiknya dinikmati secukupnya karena kalorinya cukup tinggi.
Biasanya kolak ini memiliki tekstur lebih kental karena daging durian menyatu dengan kuah. Rasanya cenderung lebih kaya dibanding kolak lainnya.
Kolak durian cocok disantap hangat untuk sensasi creamy maksimal, tapi tak kalah nikmat jika disajikan dengan tambahan es batu.
4. Kolak Labu Kuning
Kolak labu kuning punya warna cerah yang menggugah selera. Tekstur labu yang lembut dan sedikit creamy saat matang membuat kuah kolak terasa semakin kaya.
Rasa manisnya cenderung lebih ringan dibanding kolak durian atau pisang. Kombinasi santan dan gula merah membuat labu kuning terasa lembut di mulut dan nyaman di perut.
Selain enak, labu kuning juga mengandung vitamin A yang baik untuk tubuh, sehingga cocok dijadikan menu berbuka yang tidak hanya lezat tetapi juga bernutrisi.
5. Kolak Singkong
Kolak singkong memiliki tekstur lebih padat dan kenyal. Saat dimasak hingga empuk, singkong menyerap manisnya gula merah dan gurihnya santan dengan sempurna.
Rasanya sederhana namun memuaskan. Beberapa orang menambahkan irisan pisang atau kolang-kaling untuk variasi tekstur.
Kolak singkong cocok untuk kamu yang ingin takjil manis dengan sensasi lebih “berisi” dan mengenyangkan.
Singkong mengandung karbohidrat sebagai sumber energi, serat untuk pencernaan, serta vitamin C dan beberapa mineral seperti magnesium dan kalium.
Kolak bukan sekadar makanan penutup, tetapi juga bagian dari tradisi berbuka puasa di Indonesia.
Setiap daerah memiliki sentuhan khas masing-masing, mulai dari pilihan bahan hingga tingkat kekentalan kuahnya.
Dari kolak pisang yang klasik hingga kolak durian yang legit, semuanya punya tempat tersendiri di hati pencinta takjil.
Tinggal pilih sesuai selera, yang penting, berbuka tetap nikmat dan penuh syukur.

