Kalau suatu hari kamu berada di Makassar dan mendengar suara peluit panjang di malam hari, coba ikuti arahnya.
Bisa jadi itu panggilan dari si manis beruap yang legendaris ini. Dan saat kamu menggigitnya, lalu gula merahnya meleleh pelan, mungkin kamu akan paham kenapa kue ini disebut putu menangis.

