24 C
Makassar
3 February 2026, 3:22 AM WITA

Culture Shock saat ke Sulsel, Kenapa Selalu Pakai Jeruk Nipis di Makanan?

Overview

  • Menjelaskan fenomena penggunaan jeruk nipis yang konsisten dalam kuliner khas Sulawesi Selatan sebagai bagian dari tradisi dan citarasa lokal.
  • Mengurai fungsi jeruk nipis dari segi penyeimbang rasa, penghilang bau amis, peningkat selera, hingga membantu pencernaan.
  • Mengangkat aspek budaya lokal (paccukka’) yang membuat jeruk nipis menjadi wajib dalam setiap hidangan, sekaligus memberikan pengalaman culture shock bagi pengunjung.

SulawesiPos.com – Bagi wisatawan yang baru pertama kali menikmati kuliner Sulawesi Selatan (Sulsel), ada pemandangan yang sering menimbulkan culture shock.

Di hampir setiap meja makan, irisan jeruk nipis selalu tersaji berdampingan dengan sambal dan kecap.

Kebiasaan ini tampak sederhana, namun memiliki peran penting yang tidak bisa diabaikan dalam tradisi kuliner Sulsel, dan alasan di baliknya justru menarik untuk disimak lebih jauh.

Jeruk nipis bukan sekadar pelengkap, namun juga berfungsi untuk menyeimbangkan rasa, mengurangi aroma amis, hingga meningkatkan selera makan.

Fenomena ini kerap membingungkan pendatang, namun di balik kesederhanaannya, jeruk nipis menyimpan rahasia ilmiah dan tradisi yang membuat kuliner Sulsel berbeda dari daerah lain.

Baca Juga: 
Menikmati Kapurung, Sajian Sagu Khas Sulsel yang Segar, Hangat, dan Mengenyangkan

Simak alasan-alasan mengapa jeruk nipis menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya makan masyarakat Sulsel!

1. Penyeimbang Cita Rasa Masakan

Jeruk nipis menjadi penyeimbang rasa dalam hidangan khas Sulsel.
Masakan Sulsel yang kaya rempah dan lemak membutuhkan unsur asam agar rasa tidak terlalu dominan.

Overview

  • Menjelaskan fenomena penggunaan jeruk nipis yang konsisten dalam kuliner khas Sulawesi Selatan sebagai bagian dari tradisi dan citarasa lokal.
  • Mengurai fungsi jeruk nipis dari segi penyeimbang rasa, penghilang bau amis, peningkat selera, hingga membantu pencernaan.
  • Mengangkat aspek budaya lokal (paccukka’) yang membuat jeruk nipis menjadi wajib dalam setiap hidangan, sekaligus memberikan pengalaman culture shock bagi pengunjung.

SulawesiPos.com – Bagi wisatawan yang baru pertama kali menikmati kuliner Sulawesi Selatan (Sulsel), ada pemandangan yang sering menimbulkan culture shock.

Di hampir setiap meja makan, irisan jeruk nipis selalu tersaji berdampingan dengan sambal dan kecap.

Kebiasaan ini tampak sederhana, namun memiliki peran penting yang tidak bisa diabaikan dalam tradisi kuliner Sulsel, dan alasan di baliknya justru menarik untuk disimak lebih jauh.

Jeruk nipis bukan sekadar pelengkap, namun juga berfungsi untuk menyeimbangkan rasa, mengurangi aroma amis, hingga meningkatkan selera makan.

Fenomena ini kerap membingungkan pendatang, namun di balik kesederhanaannya, jeruk nipis menyimpan rahasia ilmiah dan tradisi yang membuat kuliner Sulsel berbeda dari daerah lain.

Baca Juga: 
5 Rekomendasi Rumah Makan Seafood Terbaik di Makassar

Simak alasan-alasan mengapa jeruk nipis menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya makan masyarakat Sulsel!

1. Penyeimbang Cita Rasa Masakan

Jeruk nipis menjadi penyeimbang rasa dalam hidangan khas Sulsel.
Masakan Sulsel yang kaya rempah dan lemak membutuhkan unsur asam agar rasa tidak terlalu dominan.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/