Overview
- Kaddo Minyak adalah makanan tradisional Makassar berbahan dasar beras ketan yang disajikan dalam berbagai hajatan adat sebagai simbol keutuhan keluarga dan keberkahan rezeki.
- Ciri khas Kaddo Minyak terletak pada teksturnya yang liat menyatu, rasa gurih berlemak dari santan, serta tampilan kuning alami dari kunyit.
- Selain bernilai kuliner, Kaddo Minyak mengandung makna filosofis tentang persatuan, kenyamanan hidup, dan harapan masa depan yang baik.
SulawesiPos.com – Di balik setiap hajatan masyarakat Makassar, selalu ada makanan yang tidak sekadar mengenyangkan, tetapi sarat makna dan harapan.
Salah satu sajian yang hampir tak pernah absen adalah Kaddo Minyak, hidangan berbahan dasar beras ketan yang menjadi simbol doa akan kehidupan yang utuh, rezeki yang menyatu, dan masa depan yang penuh keberkahan.
Dalam tradisi Makassar, makanan yang dihadirkan saat hajatan bukan dipilih sembarangan. Rasa manis, gurih, berlemak, liat, serta tampilan yang bersih menjadi representasi doa agar kehidupan pemilik hajatan diberi kenyamanan, kebahagiaan, keamanan, dan kelimpahan rezeki.
Makna itu tercermin dari bahan-bahan seperti gula merah, santan kelapa, nasi ketan, telur, hingga pisang yang berbuah banyak.
Di antara semua sajian tersebut, Kaddo Minyak memiliki posisi istimewa karena menjadi simbol keutuhan keluarga dan warga sekampung yang diharapkan tidak tercerai-berai.
Makna Filosofis Kaddo Minyak
Kaddo Minyak terbuat dari beras ketan yang setelah dimasak memiliki tekstur liat dan menyatu.

